Mereka mencapai kedalaman rekor sekitar 35.800 kaki.

Mulai tahun 1980-an, lembaga oseanografi mempercepat eksplorasi dengan beralih ke kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) dan sistem otonom.

Ini memungkinkan studi lingkungan laut ekstrem dengan aman.

>>> Luis Javier Suarez Cetak Rekor Substitusi Tercepat di Piala Dunia

Jaringan Sensor Modern di Laut Dalam

Saat ini, para ilmuwan menggunakan jaringan otonom canggih untuk memantau lautan secara terus-menerus.

NOAA dan mitra internasional mengelola program Argo, yang terdiri dari lebih dari 4.000 perangkat robot yang tersebar di seluruh lautan dunia.

Setiap sepuluh hari, instrumen otomatis ini tenggelam hingga kedalaman sekitar 6.600 kaki. Mereka merekam profil suhu dan salinitas yang presisi sebelum naik kembali ke permukaan.

Setelah di atas, perangkat tersebut mengirimkan data yang terkumpul langsung ke jaringan satelit. Bersamaan dengan pelampung bergerak ini, para oseanografer menambatkan platform observasi permanen langsung ke dasar laut.

Ratusan mil kabel serat optik menghubungkan kamera bawah air, seismometer, dan hidrofon sensitif.

Instrumen ini merekam segala hal, mulai dari vokalisasi paus frekuensi rendah hingga gempa bumi bawah laut dalam.

Robot otonom secara teratur menyelam melewati 8.200 kaki, merekam data selama berjam-jam di bawah tekanan yang luar biasa.

Alat-alat ini memberikan informasi vital tentang arus laut, perubahan suhu, dan kesehatan jangka panjang biosfer laut.

Menyeimbangkan Sains dan Eksploitasi

Seiring terobosan teknik memberikan akses yang lebih jelas ke dasar laut, hal itu juga membuka jurang bagi kepentingan industri manusia.

Entitas komersial semakin melirik laut dalam untuk ekstraksi mineral, senyawa kimia, dan pengembangan teknologi baru.

Namun, para ilmuwan kelautan memperingatkan bahwa ekosistem abisal rapuh.

Spesies laut dalam tumbuh dan bereproduksi lambat, membuat mereka sangat rentan terhadap gangguan dari permukaan seperti polusi, kebisingan mesin, dan kenaikan suhu air.

Penambangan laut dalam secara industri berisiko mengganggu habitat sensitif ini.

>>> Fans Kolombia Tiru Gaya Legenda Rene Higuita di Piala Dunia Kansas City

Karena laut dalam mengatur pola iklim global, kerusakan ekologi yang berasal dari jurang dapat dengan mudah merambat ke atas, mengubah kehidupan laut dan sistem iklim di seluruh planet.