Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah menyusun strategi khusus untuk menertibkan pemungutan pajak air tanah. Langkah ini diambil karena penerimaan dari sektor tersebut dinilai belum maksimal.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan penertiban ini merupakan bagian dari penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

>>> Daftar Harga BBM Pertamina November 2026 Resmi di Seluruh Indonesia

Optimalisasi pendapatan sangat penting agar kondisi fiskal Kabupaten Bekasi tetap stabil.

Asep berharap langkah strategis ini dapat mendukung kesinambungan pembangunan di berbagai sektor. Peningkatan PAD diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Potensi Besar dari Sektor Industri

Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar dalam penerimaan pajak air tanah. Hal ini tidak lepas dari banyaknya perusahaan dan kawasan industri yang beroperasi di wilayah tersebut.

Meski potensinya besar, pemanfaatannya selama ini dirasa belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat serta keterlibatan aktif dari berbagai pihak.

Langkah strategis yang dilakukan pemerintah antara lain:

  • Melakukan pendataan ulang terhadap perusahaan yang memanfaatkan air tanah.
  • Memperketat pengawasan di lapangan untuk memastikan penggunaan sesuai regulasi.
  • Membangun sinergi dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan transparansi pemungutan pajak.
  • Memberikan edukasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan daerah.

Rangkaian tindakan tersebut diharapkan meminimalisir kebocoran potensi pajak di sektor sumber daya alam. Dengan pengawasan yang lebih baik, target penerimaan pajak air tanah diharapkan tercapai signifikan.

Kolaborasi dengan Konsep Pentahelix

Asep Surya Atmaja menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam program optimalisasi ini. Pemkab Bekasi berencana menggandeng seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan model pentahelix.

Strategi ini melibatkan pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga media massa. Organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat juga akan diajak berperan aktif dalam pengawasan potensi daerah.