Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka merebut Kastel Beaufort, sebuah benteng bersejarah berusia 900 tahun di Lebanon selatan.

Operasi militer ini diklaim sebagai langkah strategis penting untuk melumpuhkan kekuatan Hizbullah di perbatasan.

>>> Ekspor Sawit hingga Batu Bara via PT DSI Jadi Pilihan Utama di 2026

Selain menguasai kastel, militer Israel juga mengamankan wilayah punggungan Beaufort Ridge dan area Wadi al-Saluki.

Penguasaan titik tinggi ini ditandai dengan pengibaran bendera Israel di atas bangunan kuno yang dikenal warga lokal sebagai Qalaat al-Shaqif.

Strategi Militer dan Kendali Wilayah

Kastel Beaufort terletak di lokasi strategis dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

Posisi ini memungkinkan militer Israel memantau pergerakan luas di Lebanon selatan sekaligus melindungi area utara Israel.

IDF menyatakan bahwa Hizbullah memanfaatkan kawasan tersebut sebagai basis peluncuran serangan roket dan drone ke Israel.

Operasi perebutan ini bertujuan menghancurkan infrastruktur militer yang dibangun dengan dukungan Iran.

Rincian operasi dan dampak strategis penguasaan wilayah tersebut:

  • Lokasi Strategis: Berada di bukit curam dengan jarak pandang luas ke Galilea dan Lebanon selatan.
  • Target Operasi: Menghancurkan gudang senjata, terowongan, dan pusat komando Hizbullah di sekitar benteng.
  • Keamanan Perbatasan: Mengurangi intensitas serangan udara dan proyektil yang menyasar permukiman warga di Israel utara.
  • Status Gencatan Senjata: Operasi tetap dilakukan meski secara teknis masih dalam periode gencatan senjata sejak April.

Langkah militer ini diambil setelah eskalasi besar dari Hizbullah yang menyebabkan sekolah-sekolah di Israel utara ditutup.

>>> Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Syaratnya

IDF melaporkan satu tentaranya gugur dalam operasi perebutan wilayah tersebut.