Karakter Konsumen dan Tips Sukses

Fakta mengenai perilaku konsumen di cabang Blok M menunjukkan bahwa tingkat FOMO di Indonesia sangat tinggi. Mayoritas pelanggan didominasi perempuan usia produktif 17 hingga 34 tahun.

Antusiasme pengunjung sempat memicu antrean panjang pada bulan pertama pembukaan. Perubahan tren kawasan dari pusat tekstil dan thrifting menjadi pusat kuliner dan aktivasi merek.

Data tersebut menunjukkan karakter konsumen di Blok M bergeser menjadi lebih dinamis dan mengikuti tren digital.

>>> MacBook Neo Resmi Dirilis: Laptop Apple Termurah 2026 di Bawah Rp10 Juta

Ramzul menekankan bahwa saat ini aktivasi merek mulai mendominasi wajah Blok M Square.

Bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke wilayah ini, Ramzul membagikan tips sukses. Lokasi adalah faktor penentu utama yang harus dipertimbangkan sebelum aspek lainnya.

Selain lokasi, penyesuaian produk dan penetapan harga juga menjadi kunci. Di kawasan Blok M, pelaku usaha tidak bisa mematok harga terlalu tinggi agar tetap terjangkau target pasar.

Ramzul berharap Blok M bisa terus mempertahankan daya tariknya sebagai pusat pertemuan favorit. Ia berharap kawasan ini tetap menjadi lokasi nongkrong paling dicari di Jakarta.

Geliat Bisnis Kuliner: EM Gelato

Geliat ekonomi di Blok M juga dirasakan pebisnis makanan, salah satunya gerai EM Gelato.

Usaha es krim ini sudah merambah Blok M sejak 2024, bahkan sebelum kawasan tersebut viral.

Joshua Firdaus, PPIC EM Gelato Blok M, menceritakan asal usul nama brand. Nama tersebut diambil dari singkatan lokasi dan ekspresi rasa puas saat menyantap makanan lezat.

Gerai ini menawarkan variasi rasa yang beragam, sekitar 18 pilihan rasa mulai dari pistachio, triple chocolate, hingga salted butter caramel.