Harga mulai dari Rp38.000 per cup untuk dua scoop es krim.

Target pasar mereka adalah anak muda dan kelas menengah bawah. Joshua menjelaskan bahwa branding mereka dirancang agar bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.

Faktor kenyamanan akses transportasi juga menjadi pendorong ramainya Blok M. Keberadaan halte TransJakarta, stasiun MRT Blok M, serta Taman Literasi memudahkan mobilisasi pengunjung, terutama pekerja kantoran.

Kondisi tata ruang Blok M saat ini dinilai jauh lebih rapi dan terorganisir. Hilangnya banyak parkir liar membuat suasana lebih nyaman bagi pejalan kaki.

Namun, popularitas yang meningkat pesat membawa tantangan persaingan bisnis yang semakin ketat. Kehadiran banyak merek baru yang viral membuat ceruk pasar pengunjung semakin terbagi.

Hari libur dan akhir pekan masih menjadi periode emas bagi para pedagang. Pada momen besar seperti Natal atau Lebaran, antrean pelanggan bisa membludak hingga keluar area toko.

>>> PWNU Jateng Bentuk Satgas Khusus Usut Kasus Pencabulan Pimpinan Ponpes Pekalongan

Untuk tetap bertahan, Joshua menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan. Menghadirkan sesuatu yang unik adalah kunci untuk membangkitkan rasa penasaran masyarakat dan menjaga keberlangsungan bisnis.