The New York Times mengajukan mosi pada Rabu untuk memblokir panggilan paksa Departemen Kehakiman (DOJ) yang memaksa jurnalisnya bersaksi di hadapan dewan juri federal.

Panggilan tersebut berkaitan dengan pemberitaan tentang kekhawatiran keamanan pada pesawat Air Force One yang baru.

>>> Zelenskyy Tunjuk CEO Naftogaz sebagai PM Baru di Tengah Perombakan Kabinet

Sengketa hukum ini meningkat di Pengadilan Distrik Selatan New York setelah otoritas federal mengeluarkan panggilan pada Jumat lalu.

Beberapa panggilan bahkan diserahkan langsung ke rumah jurnalis, meminta mereka mengungkapkan sumber rahasia di balik laporan keamanan nasional.

Kritik dari Pihak NYT

David McCraw, wakil penasihat umum senior surat kabar tersebut, mengkritik tekanan hukum pemerintah terhadap para jurnalis.

"Panggilan ini diajukan dengan itikad buruk untuk menghukum The Times atas liputannya. Mereka melanggar hak konstitusional The Times dan jurnalisnya," kata McCraw.

Ia menegaskan pihaknya akan ke pengadilan untuk membela hak jurnalis meliput secara bebas dan menyediakan informasi penting bagi publik.

>>> Kemenkeu Pertahankan Opini WTP untuk Ke-15 Kalinya atas Laporan Keuangan BA 015 Tahun 2025

Artikel yang mendasari panggilan itu mengungkap kerentanan keamanan pada pesawat senilai $400 juta yang dihadiahkan Qatar.

Pesawat tersebut dilaporkan tidak memiliki kemampuan antirudal seperti model lama yang digunakan presiden saat KTT NATO di Turki pekan lalu.

Pembelaan DOJ

Departemen Kehakiman membela keputusannya dengan menyatakan bahwa penyelidikan menargetkan individu yang bertanggung jawab atas kebocoran tidak sah, bukan media.

"Kami menghargai peran penting pers di negara ini," kata DOJ, seraya menambahkan bahwa kewajiban utama mereka adalah menjaga informasi intelijen pemerintah.

>>> Profil dan Fakta Suguru Geto, Antagonis Kompleks di Jujutsu Kaisen

DOJ menegaskan peran mereka memastikan mereka yang dipercaya dengan rahasia negara tidak membagikan informasi rahasia.