Sistem imigrasi Malaysia mengalami kelumpuhan total pada Kamis dini hari, 31 Mei 2026. Gangguan teknis berskala nasional ini berdampak pada ribuan pelancong di seluruh negeri.

Antrean panjang terjadi di berbagai titik pemeriksaan perbatasan. Salah satu lokasi terparah adalah perbatasan darat Johor-Singapura, jalur tersibuk di kawasan itu.

>>> Kemenkes: 11.000 Kasus Positif Kanker Usus Terdeteksi CKG, Hasilnya Mengejutkan!

Sistem berbasis komputer di seluruh titik imigrasi tidak berfungsi selama sekitar lima jam. Petugas terpaksa beralih ke proses manual untuk melayani warga Malaysia dan asing.

Penyebab dan Dampak Kelumpuhan

Gangguan berlangsung antara pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat. Ini adalah waktu puncak ketika puluhan ribu pekerja Malaysia menyeberang ke Singapura.

Kementerian Dalam Negeri Malaysia mengonfirmasi kendala terjadi secara menyeluruh. Gerbang otomatis dan teknologi pengenalan wajah ikut tidak berfungsi.

Petugas imigrasi melakukan upaya darurat dengan mengerahkan seluruh personel.

Mereka mengoperasikan loket manual di aula bus dan menempatkan petugas tambahan di jalur sepeda motor serta kendaraan pribadi.

Keamanan di titik-titik krusial juga ditingkatkan untuk menjaga ketertiban. Proses manual membutuhkan waktu lebih lama, namun diharapkan dapat mengurai penumpukan massa.

Masalah Teknis pada Sistem MyIMMs

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Zakaria Shaaban, menjelaskan bahwa kendala berasal dari masalah teknis di pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

Ia menegaskan insiden ini murni internal, bukan serangan peretas.

>>> Cara Menentukan Detik Waisak 2026: Metode Perhitungan Resmi

Zakaria mengakui usia sistem MyIMMs yang sudah 30 tahun menjadi faktor utama ketidakstabilan. Kerapuhan sistem lama ini berpotensi menimbulkan kendala serupa di masa depan.

Berikut rincian infrastruktur titik pemeriksaan di Malaysia: