Kemenkes: 11.000 Kasus Positif Kanker Usus Terdeteksi CKG, Hasilnya Mengejutkan!
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat deteksi dini kanker kolorektal atau kanker usus melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) nasional.
Sasaran utama adalah masyarakat berusia 45 tahun ke atas yang memiliki risiko lebih tinggi.
>>> Cara Menentukan Detik Waisak 2026: Metode Perhitungan Resmi
Langkah ini diambil karena banyak pasien baru terdeteksi setelah stadium lanjut. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa skrining dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan.
Tahapan Skrining Kanker Usus
Prosedur pemeriksaan meliputi pengisian kuesioner skrining kolorektal Asia Pasifik, pemeriksaan colok dubur digital, dan tes darah samar tinja (FOBT) untuk pasien berisiko tinggi.
Dante menekankan pentingnya pendekatan berlapis untuk akurasi deteksi.
Tantangan Pasien Stadium Lanjut
Kanker kolorektal masih menjadi beban berat bagi sistem kesehatan.
Dante mengungkapkan bahwa dari 100 pasien kanker usus yang berobat, lebih dari 70 orang datang dalam kondisi parah.
Keterlambatan ini disebabkan minimnya fasilitas dan kesadaran deteksi dini.
Secara global, kanker kolorektal menempati urutan ketiga dengan sekitar 1,9 juta kasus baru per tahun.
>>> Ashin Mayday Pose di Bundaran HI, Ungkap Kesan Mengejutkan Konser F4 Jakarta 2026
Di Indonesia, kanker ini berada di peringkat keempat kasus terbanyak dan peringkat kelima kematian akibat kanker, dengan estimasi kematian lebih dari 19.000 jiwa per tahun.
Hasil Signifikan dari CKG
Program CKG telah menjaring sekitar 5 juta peserta.
Dari jumlah tersebut, ditemukan 11.000 hasil positif, terdiri dari 9.000 kasus positif melalui colok dubur dan 2.000 kasus melalui tes FOBT.
Seluruh peserta positif diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan.
BPJS Kesehatan dan Pengobatan Kanker
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, memastikan BPJS Kesehatan menanggung layanan pengobatan kanker usus. Namun, obat targeted therapy untuk metastasis belum sepenuhnya ditanggung karena biaya tinggi.
Terapi dasar dan obat esensial tetap dapat diakses peserta tanpa biaya tambahan.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dengan konsumsi sayur dan buah serta olahraga rutin.
Sinergi antara skrining pemerintah dan kesadaran hidup sehat diharapkan menekan angka kematian akibat kanker usus.
Update Terbaru
Tips Maksimalkan Layar 7 Inci dan Baterai 8.000 mAh Xiaomi Redmi Note 17 2026
Kamis / 16-07-2026, 04:11 WIB
16 Peraih Nobel Peringatkan Dampak AI pada Pekerjaan
Kamis / 16-07-2026, 04:05 WIB
FromSoftware Umumkan Uji Jaringan Tertutup The Duskbloods Bulan Depan
Kamis / 16-07-2026, 04:01 WIB
Assassin's Creed Black Flag Resynced Dapatkan New Game Plus, Direktur Janji Sedang Dikerjakan
Kamis / 16-07-2026, 04:01 WIB
Mad Cave Studios Kembangkan Komik Berdasarkan Game Contra
Kamis / 16-07-2026, 04:01 WIB
FCC Setujui Peluncuran Satelit Cermin Luar Angkasa Earendil 1
Kamis / 16-07-2026, 04:00 WIB
Will Grier Pensiun dari NFL di Usia 31 Tahun
Kamis / 16-07-2026, 04:00 WIB
Pematung Patung Charlie Kirk Alami Pelecehan Online
Kamis / 16-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 19 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 17 – 19 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 04:00 WIB
Anthony Gordon Bawa Inggris Unggul atas Argentina di Semifinal Piala Dunia
Kamis / 16-07-2026, 03:56 WIB
Jax Taylor dan Publisis Lori Krebs Dekat karena Perceraian dan Autisme
Kamis / 16-07-2026, 03:56 WIB
Wanita yang Direkam Shia LaBeouf Minta Ditinggalkan Ditangkap karena Stalking
Kamis / 16-07-2026, 03:55 WIB
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
Kamis / 16-07-2026, 03:51 WIB







