Perayaan Hari Raya Waisak di Indonesia selalu berubah tanggal setiap tahun. Bahkan momen puncak yang disebut Detik Waisak juga bergeser hingga hitungan detik.

Perubahan ini didasarkan pada perhitungan astronomi yang teliti. Fenomena ini terkait dengan posisi benda langit dan fase bulan purnama sempurna.

>>> Ashin Mayday Pose di Bundaran HI, Ungkap Kesan Mengejutkan Konser F4 Jakarta 2026

Sistem Perhitungan Purnama-Sidhi

Penetapan Waisak di Indonesia menggunakan sistem astronomi Purnama-Sidhi. Metode ini melacak kapan bulan berada dalam fase purnama paling sempurna.

Waisak memperingati tiga peristiwa penting Buddha Gautama yang terjadi saat bulan purnama: kelahiran, pencapaian Penerangan Agung, dan wafat (Parinibbana).

Para ahli menggunakan data astronomi modern untuk menghitung koordinat bulan dan matahari secara presisi. Hasil perhitungan ini disepakati organisasi Buddhis dan pemerintah sebagai waktu resmi.

Mengapa Tanggal Waisak Bergeser

Kalender Buddhis menggunakan sistem luni-solar yang memadukan siklus matahari dan bulan. Berbeda dengan kalender Masehi yang hanya mengacu pada peredaran bumi mengelilingi matahari.

Satu siklus bulan memerlukan waktu sekitar 29,5 hari. Ketidakselarasan ini membuat Waisak bergeser beberapa hari atau minggu setiap tahun.

Pada tahun 2025, Detik Waisak 2569 BE jatuh pada 12 Mei pukul 23.55.29 WIB. Untuk tahun 2026, perhitungan menunjukkan perayaan bergeser ke tanggal berbeda.

>>> Momen Haru di Aceh: Guru Menangis di Depan Finalis Miss Universe, Ceritakan Siswa Belajar di Tenda Panas

Berdasarkan kalender nasional dan hitungan Buddhis, Hari Raya Waisak 2570 BE ditetapkan pada Minggu, 31 Mei 2026. Pergeseran ini mengikuti waktu Purnama-Sidhi.

Langkah Penetapan Waisak Secara Ilmiah

  • Astronom mengamati kapan bulan mencapai purnama paling sempurna.
  • Fase purnama pada bulan Vaisakha dalam penanggalan Buddhis dipilih sebagai hari raya utama.
  • Waktu eksak saat posisi bulan purnama dicapai ditetapkan sebagai Detik Waisak.
  • Karena pergerakan benda langit dinamis, hasil perhitungan selalu menyesuaikan setiap tahun.

Prosedur ini memastikan umat Buddha melaksanakan puja bakti tepat pada momen puncak energi bulan purnama. Penentuan ini menjaga tradisi selaras dengan hukum alam dan ilmu pengetahuan modern.

Tahun Buddhist Era (BE)

Tahun Buddhist Era dimulai sejak peristiwa wafatnya Buddha Gautama (Parinibbana). Peristiwa ini diyakini terjadi sekitar tahun 543-544 SM.

Dengan menjumlahkan tahun tersebut dengan tahun Masehi, didapatkan tahun 2570 BE untuk 2026 Masehi.

Perbedaan kalender Masehi dan Buddhis: Masehi berdasarkan siklus matahari dengan tanggal tetap, sedangkan Buddhis berdasarkan perpaduan matahari dan bulan dengan hari raya mengikuti fase bulan purnama.

>>> Julian Nagelsmann Optimis Timnas Jerman di Piala Dunia 2026

Titik awal tahun Masehi adalah kelahiran Yesus Kristus, sedangkan Buddhis adalah Parinibbana. Selisih tahun sekitar 544 tahun.