Presiden Prabowo Subianto secara resmi membentuk komite khusus untuk menangani proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Langkah ini dikukuhkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026 yang merupakan perubahan kedua atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015.

>>> BMKG: Cuaca Jambi Berawan pada 31 Mei 2026, Satu Daerah Berpotensi Hujan Ringan

Dalam struktur komite, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dipercaya sebagai ketua. Posisi wakil ketua dijabat oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Struktur dan Anggota Komite

Komite ini melibatkan sejumlah menteri dan kepala lembaga. Anggota tetap terdiri dari Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan.

Sektor transportasi diwakili Menteri Perhubungan, sedangkan investasi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Bidang pertanahan diisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN. Pengelolaan aset menjadi tanggung jawab Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN).

Investasi strategis dipegang Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

>>> Cara Ukur Tekanan Darah di Rumah yang Benar dan Akurat

Perpres ini mulai dipublikasikan sejak akhir Mei 2026. Presiden Prabowo menandatangani keputusan pada 12 Mei 2026.

Tugas Utama AHY

Sebagai ketua, AHY bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan sarana dan prasarana kereta cepat. Tugas ini mencakup pengawasan operasional harian hingga perencanaan jangka panjang.

AHY menyatakan fokus utama saat ini adalah penataan internal, terutama pengelolaan keuangan. Pemerintah bersama pemangku kepentingan sedang membahas restrukturisasi keuangan Whoosh.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo.

Pemerintah menilai restrukturisasi keuangan menjadi syarat mutlak sebelum pengembangan jalur ke wilayah lain. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh mendapat respons positif masyarakat, terlihat dari lonjakan penumpang saat liburan.

>>> Suhu Surabaya Tembus 37 Derajat Celsius Hari Ini, BMKG Rilis Data Kelembapan Udara

Dengan komite baru ini, layanan diharapkan semakin efisien dan terintegrasi.