Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Jambi pada Minggu, 31 Mei 2026, didominasi kondisi berawan hingga udara kabur.

Sebagian besar wilayah diprediksi tidak mengalami hujan. Namun, satu daerah yaitu Tanjung Jabung Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan.

>>> Cara Ukur Tekanan Darah di Rumah yang Benar dan Akurat

Wilayah yang diprakirakan cerah berawan antara lain Kota Jambi, Merangin, Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Sungai Penuh, Kerinci, Bungo, dan Tebo.

Suhu udara di Kota Jambi berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 63–99 persen. Sementara itu, Kerinci diprediksi berkabut dengan suhu 20–25 derajat Celsius.

Kondisi ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya.

Pada 28 Mei 2026, BMKG mencatat tujuh wilayah di Jambi sempat diguyur hujan ringan, termasuk Kota Jambi dan Merangin.

Sebelumnya, Kabupaten Tebo juga sempat dilanda hujan lebat disertai petir akibat pertumbuhan awan konvektif.

>>> Suhu Surabaya Tembus 37 Derajat Celsius Hari Ini, BMKG Rilis Data Kelembapan Udara

Pemerintah Provinsi Jambi meminta masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Masa peralihan musim masih berlangsung sehingga cuaca bisa berubah cepat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menjelaskan bahwa wilayahnya sebenarnya sudah memasuki musim kemarau. Namun, intensitas hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

"Cuaca pancaroba ini ditandai dengan suhu panas pada siang hari, kemudian hujan turun pada sore hingga malam hari.

Berdasarkan data BMKG, potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi masih dapat terjadi hingga dasarian kedua Mei 2026," ujar Sudirman.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan sistem drainase. Langkah ini penting agar aliran air tidak tersumbat saat curah hujan meningkat.

>>> Fenomena Sulit Cari Kerja 2026: Satu Lowongan Diserbu Ribuan Pelamar

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase dan sungai, karena dapat menyebabkan aliran air tersumbat dan memperbesar risiko banjir," tambah Sudirman.