Meningkatnya biaya impor energi kembali memicu diskusi tentang kedaulatan energi Jepang. Banyak pihak mempertanyakan strategi terbaik agar tidak terus bergantung pada dinamika politik negara lain.

Salah satu opsi yang kembali mengemuka adalah optimalisasi tenaga nuklir sebagai sumber energi utama. Dukungan terhadap pemanfaatan kembali reaktor nuklir mulai disuarakan tokoh politik dan pengamat energi.

Yuichiro Tamaki, Pemimpin Partai Demokrat untuk Rakyat, berpendapat tenaga nuklir harus dimanfaatkan maksimal sebagai sumber listrik bersih.

Tanpa energi nuklir, Jepang sulit lepas dari ketergantungan impor yang memicu kenaikan tagihan.

Namun, beberapa pakar menilai subsidi hanya solusi jangka pendek. Mereka berargumen ketergantungan pada energi fosil adalah akar masalah yang harus diselesaikan.

Mika Ohbayashi dari Renewable Energy Institute menyatakan subsidi tidak akan menuntaskan krisis energi secara permanen. Penyelesaian masalah memerlukan transformasi energi yang lebih mendalam.

>>> Team Flash Juara SEA Finals, 3 Tim Indonesia Resmi Lolos ke PMGO 2026 Jakarta

Diskusi mengenai masa depan energi Jepang diprediksi terus berlanjut. Pemerintah dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan subsidi atau melakukan transisi energi radikal demi kemandirian nasional.