CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick secara terbuka membantah spekulasi yang menyebut Red Dead Online sebagai produk gagal. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan IGN.

Zelnick memberikan apresiasi tinggi terhadap performa komersial seluruh seri Red Dead. Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan investasi yang terbuang sia-sia.

>>> The New York Times Rilis Solusi Wordle Edisi 30 Mei 2026

"Tidak ada satu hal pun dari pencapaian Red Dead yang terjual 85 juta kopi yang bisa disebut sebagai peluang yang terlewatkan.

Red Dead Online sendiri sudah terbukti sukses besar dan bertahan lama," kata Zelnick.

Respons Komunitas

Pernyataan optimistis ini justru memicu respons emosional dari komunitas pemain. Sebagian besar penggemar menganggap Rockstar menghentikan dukungan pengembangan terlalu dini.

>>> Sony Perpanjang Masa Klaim Gratis EA Sports FC 26 di PS Plus

Mereka menilai sumber daya operasional dialihkan ke proyek lain. Ketimpangan ini terlihat jelas jika dibandingkan dengan GTA Online yang sudah beroperasi hampir 13 tahun.

Rockstar secara berkala terus menambahkan konten baru ke GTA Online, seperti ekspansi bisnis virtual dan misi cerita orisinal.

Sementara itu, Red Dead Online hanya mendapat dukungan penuh sekitar tiga tahun sejak peluncuran akhir 2018.

>>> Aplikasi Gamee Alami Lonjakan Pengguna Jelang Akhir Mei 2026

Kebijakan finansial ini didasari laporan pendapatan GTA Online yang masih konsisten meraup keuntungan rata-rata satu juta dolar AS per hari melalui penjualan Shark Cards.