Para pemenang mengakui bisnis restoran di Jakarta memiliki tantangan berbeda dibanding Bali yang bergantung pada wisatawan asing.

Restoran di Jakarta dinilai lebih personal karena berhadapan langsung dengan pelanggan tetap setiap hari.

Ryan Tedja, Executive Chef sekaligus owner Costa dan pemenang Chef Of The Year, mengatakan kondisi ekonomi sangat berpengaruh ke bisnis restoran.

"Harga bahan baku naik, daya beli juga turun, jadi tantangannya memang besar," jelasnya.

Restorannya masih mengandalkan kombinasi bahan lokal dan impor untuk menjaga kualitas menu internasional.

Budi Cahyadi, co-founder dan managing partner restoran fine dining August Jakarta serta pemenang kategori Best Hospitality, mengungkapkan kondisi industri hospitality saat ini tidak sepenuhnya mudah.

"Secara umum memang tidak baik-baik saja karena kondisi ekonomi dan geopolitik.

Tapi kami bersyukur masih ada banyak tamu dari luar negeri, dari Singapura, Malaysia, dan Thailand, yang membantu bisnis tetap berjalan," katanya.

Ia menekankan bahwa F&B bukan industri yang mudah, penuh tekanan mental, operasional, dan tantangan menjaga kualitas setiap hari.

"Oleh karena itu passion sangat penting," ujar Budi.

>>> Mario Minardi Bertransformasi di Usia ke-44, Beralih ke Strategi Brand-Driven

Ia menyarankan para pelaku baru untuk tidak sekadar mengikuti tren restoran yang sedang populer.