Profil Bagas Amar Hakiki, Mahasiswa Sastra Prancis UGM yang Tewas di Posong, Target Wisuda Agustus 2026

Duka menyelimuti keluarga besar Universitas Gadjah Mada setelah Bagas Amar Hakiki meninggal dunia bersama tiga anggota keluarganya di kawasan wisata Posong, Temanggung, Jawa Tengah.

Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya UGM itu ditemukan meninggal di dalam tenda glamping bersama ayah, ibu, dan adiknya pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kabar wafatnya Bagas turut disampaikan melalui akun resmi Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis UGM.

Dalam unggahan tersebut, civitas akademika menyampaikan belasungkawa atas kepergian mahasiswa angkatan 2022 itu.

“Telah berpulang kepada Sang Pencipta Bagas Amar Hakiki pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Segenap Keluarga Besar Bahasa dan Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada mengucapkan turut berduka cita atas bepulangnya almarhum kehadapan-Nya,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Keluarga berharap Bagas dapat menyelesaikan pendidikannya tahun ini. Kerabat korban, Asadi, mengatakan skripsi Bagas hampir rampung dan sempat menargetkan mengikuti wisuda pada Agustus 2026.

“Skripsinya hampir selesai dan Bagas juga menargetkan bisa ikut wisuda UGM pada bulan Agustus nanti. Tapi, Allah berkehendak lain,” ujarnya di rumah duka.

Aktif di Dunia Fotografi Keraton Yogyakarta

>>> SELAMAT! Sundari Dewi Anak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta Resmi Menikah dengan Bagus Amerta Dewa pada Kamis, 28 Mei 2026

Selain dikenal sebagai mahasiswa Sastra Prancis, Bagas juga aktif sebagai fotografer di lingkungan Keraton Yogyakarta.

Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno, menyebut Bagas awalnya mengikuti program magang pada 2024.