Kemampuan fotografi yang dimiliki Bagas membuatnya kemudian dipercaya menjadi bagian dari tim dokumentasi sebagai fotografer lepas.

“Jadi Bagas ini sebenarnya awalnya salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024,” katanya.

“Setelah masa magangnya selesai, Bagas bersama dua rekannya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas,” lanjutnya.

Menurutnya, Bagas dikenal mudah membantu dan cepat diandalkan ketika bertugas mendokumentasikan kegiatan.

Meski berstatus fotografer lepas, Bagas disebut menjadi bagian penting dalam tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti.

“Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” ungkapnya.

Adik Bagas Dikenal Aktif di Taekwondo

Dalam peristiwa itu, adik Bagas bernama Alvino Evan Hakiki juga turut menjadi korban. Remaja 16 tahun tersebut masih berstatus pelajar di SMAN 1 Salatiga.

Kerabat keluarga menyebut Alvino aktif mengikuti kegiatan olahraga taekwondo dan tercatat sebagai atlet muda Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Semarang.

Sejumlah teman sekolah datang ke rumah duka setelah mendengar kabar meninggalnya Alvino.

Temannya, Sean, mengenang Alvino sebagai sosok yang mudah bergaul dan dekat dengan banyak orang.

“Baik hati. Asik banget. Makanya teman-temannya banyak banget yang kesini,” katanya.

Sementara rekannya yang lain mengaku sempat berkomunikasi sehari sebelum kejadian. Saat itu Alvino memberi kabar sedang berada di Temanggung untuk camping bersama keluarga.

Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Glamping

Keluarga Bagas diketahui tiba di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Selasa malam, 26 Mei 2026.

Mereka menempati Tenda Glamping Safari Nomor 3 setelah melakukan reservasi penginapan.

Pada keesokan harinya, petugas sempat mengantarkan sarapan ke tenda korban sekitar pukul 09.00 WIB. Namun tidak ada respons dari dalam tenda.