Diversifikasi dan inovasi ekonomi daerah menjadi kunci.

Masalah kedua adalah efektivitas belanja APBD yang belum produktif. Struktur anggaran daerah masih didominasi pengeluaran rutin pegawai dan barang yang menyerap porsi hingga 70 persen.

"Belanja daerah juga sering rendah di awal tahun dan baru menumpuk di akhir tahun. Ini mengurangi daya dorong APBD terhadap ekonomi lokal," tutur Juda.

Persoalan ketiga adalah rendahnya kapasitas fiskal mandiri pemerintah daerah. Ketergantungan terhadap dana pusat masih tinggi karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim.

"Daya serap anggaran daerah sering tidak optimal, dana transfer tidak tepat sasaran dan terserap lambat. Ini akibat kapasitas dan prosedur pengadaan yang relatif lama," terang Juda.

>>> John Herdman Pimpin Latihan Perdana Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Hal ini pada akhirnya mengurangi stimulus ekonomi di tingkat lokal.