Dosen UGM Ungkap Strategi Pengasuhan Anak Berdasarkan Usia
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Novi Poespita Candra, menekankan pentingnya strategi pengasuhan yang disesuaikan dengan tahapan usia anak.
Langkah ini krusial untuk memperkokoh fondasi komunikasi, emosi, dan interaksi sosial sebelum anak bersentuhan intens dengan teknologi digital.
>>> 8 Tantangan Tebak Gambar Seru untuk Pemilik IQ Tinggi
Menurutnya, kekeliruan pola asuh pada usia dini, terutama terkait paparan gawai, berisiko memicu dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang alami anak.
Fase Peniruan Bawah Sadar (0-7 Tahun)
Anak di bawah tujuh tahun menyerap informasi dari lingkungan secara cepat melalui mekanisme bawah sadar.
Mereka meniru perilaku orang tua secara langsung, mulai dari cara berbicara, bersikap, hingga bekerja di rumah.
"Anak umur 0 sampai 7 tahun itu belajarnya pakai bawah sadar. Mereka download everything," ujar Novi.
Orang tua harus menjadi teladan yang baik, termasuk dalam membatasi penggunaan gawai di depan anak.
Fase Dialog (7-12 Tahun)
Memasuki usia sekolah dasar, metode pengasuhan berubah menjadi komunikasi dua arah.
Kemampuan penalaran anak yang berkembang membuat ruang diskusi menjadi penting.
>>> Calvin Dores Alami Serangan Jantung Akibat Kelelahan dan Stres Berat
Orang tua disarankan membuka dialog untuk menjelaskan alasan di balik aturan.
Komunikasi interaktif melatih anak memahami konsekuensi tindakan dan membangun kesadaran diri.
Batasan Pemberian Gawai Pribadi
Anak sebaiknya diberikan gawai pribadi setelah usia 12 hingga 13 tahun.
"Di bawah 13 tahun mereka harus dilatih dulu semua kepekaan bagian tubuhnya secara alami," tegas Novi.
Aktivitas luar ruangan seperti olahraga, membaca buku fisik, dan interaksi sosial langsung harus menjadi prioritas.
Interaksi digital terlalu dini tanpa pengawasan dapat memicu ketergantungan yang sulit disembuhkan.
"Kalau dari kecil sudah terbiasa pegang HP, nanti sulit mengembalikan karena sudah jadi habit," pungkasnya.
>>> 8 Tantangan Tebak Gambar untuk Menguji Kecepatan Berpikir dan IQ
Komunikasi hangat dan interaksi langsung tetap menjadi pilar utama perkembangan emosional dan sosial anak.
Update Terbaru
RIIZE Gelar Fan Meeting 'Ch. RIIZE: ON AIR' Rayakan Anniversary Ketiga
Rabu / 22-07-2026, 00:50 WIB
IU Ajukan Permohonan ke Pengadilan AS untuk Buka Identitas Pengguna Anonim Threads
Rabu / 22-07-2026, 00:50 WIB
Ma Dong Seok Ikuti Tantangan 'BAD' ATEEZ dengan Pose 'Ma-san' yang Lucu
Rabu / 22-07-2026, 00:49 WIB
Fate/Kaleid Liner Prisma Illya Finale Tayang 2027 sebagai TV Anime
Rabu / 22-07-2026, 00:49 WIB
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Korupsi
Rabu / 22-07-2026, 00:49 WIB
Menlu RI Sugiono Dorong Percepatan Penyelesaian Pedoman Kode Etik di Laut China Selatan
Rabu / 22-07-2026, 00:49 WIB
Istana Buka Suara soal Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet
Rabu / 22-07-2026, 00:49 WIB
Viral 3 Turis Wanita Jalan Kaki 9 Km ke Bandara Changi Jam 3 Pagi
Rabu / 22-07-2026, 00:49 WIB
Wawancara MARRIAGETOXIN: Shion Wakayama dan Haruki Ishiya Bicarakan Karakter dan Season 2
Rabu / 22-07-2026, 00:45 WIB
Sekuel 'Teenieping' Angkat Kisah Cinta Ibu dengan Spektakel Lebih Besar
Rabu / 22-07-2026, 00:44 WIB
'Better Late Than Single' Season 2: Dating Show with Awkward Charm
Rabu / 22-07-2026, 00:44 WIB
Mengapa Banyak Makian? Kisah di Balik Film 'Hope' Na Hong-jin
Rabu / 22-07-2026, 00:44 WIB
DPR Tetapkan Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Rabu / 22-07-2026, 00:44 WIB
Changan Umumkan Harga Resmi Deepal SO5 Mulai Rp509 Juta
Rabu / 22-07-2026, 00:44 WIB







