Hari Tasyrik merupakan momen istimewa dalam kalender Islam yang jatuh pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Waktu ini bukan sekadar lanjutan Idul Adha, melainkan menyimpan keutamaan mendalam bagi umat Muslim.

>>> KPAI Soroti Darurat Kekerasan Seksual Santriwati di Pekalongan

Rasulullah SAW bersabda, "Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR.

Muslim).

Berdasarkan buku Panduan Muslim Sesuai Al-Qur'an dan As Sunnah karya Dr. Abu Zakariya Sutrisno, ada lima amalan utama yang dianjurkan.

1. Memperbanyak Dzikir

Mengingat Allah menjadi fondasi utama mengisi Hari Tasyrik.

Firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 203 memerintahkan untuk berdzikir di "hari-hari yang berbilang", yang disepakati ulama merujuk pada Hari Tasyrik.

Beberapa lafal dzikir yang bisa dibaca antara lain: Subhaana Allah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Laa ilaaha illallah.

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar dengan lafal "Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih."

2. Mengumandangkan Takbir

Membaca takbir tasyrik secara rutin selepas sholat fardu sangat dianjurkan. Anjuran ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, "Hiasilah hari-hari rayamu dengan takbir."

(HR. Thabrani).

Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai rentang waktu takbir.

>>> Pertamina NRE Gandeng Petani Tebu Percepat Swasembada Bioetanol

Imam Syafi'i dan Imam Malik berpendapat takbir dimulai dari waktu Zuhur hari Idul Adha hingga Subuh hari tasyrik terakhir.

Sementara Imam Ahmad, Abu Saur, dan Sufyan Saury menyatakan takbir dimulai sejak Subuh hari Arafah sampai Ashar pada hari tasyrik terakhir.

3. Memperbanyak Syukur

Hari Tasyrik menjadi momen merayakan nikmat pangan dari Allah SWT. Kaum Muslimin didorong menikmati hidangan bersama keluarga, saling membagikan daging kurban, dan mempererat silaturahmi.