Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggandeng petani tebu untuk mempercepat pengembangan bioetanol nasional.

Kerja sama ini diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional DPN APTRI pada Senin, 25 Mei 2026.

>>> BNI Salurkan 1.200 Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Keterlibatan petani tebu difokuskan pada penyediaan bahan baku utama bioetanol, yaitu molases atau tetes tebu. Pasokan yang stabil menjadi faktor kunci keberhasilan program energi nabati ini.

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menekankan pentingnya keseimbangan nilai ekonomi. Harga produk yang terjangkau tidak boleh mengorbankan kesejahteraan petani di sektor hulu.

"Hubungan dengan petani tebu harus terus dijaga karena dari situlah kita mengembangkan feedstock bioetanol.

Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan bahan bakar nabati yang terjangkau, tetapi tetap memberikan nilai ekonomi yang baik bagi petani," ujar John Anis.

Pengembangan bioetanol masih menghadapi tantangan seperti kepastian serapan dan keekonomian. Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk membangun ekosistem bioetanol yang kokoh dari hulu ke hilir.

"Diperlukan kolaborasi serta dukungan yang kuat antara pemerintah, industri, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan bioetanol dapat berjalan optimal.

Dengan dukungan yang tepat, bioetanol dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional," kata John Anis.

>>> Pertamina Luncurkan Tugu PertaLibs untuk Tingkatkan Literasi Pekerja

Kementerian Koordinator Bidang Pangan berkomitmen membenahi tata kelola pertanian untuk memacu produktivitas tebu. Langkah ini mencakup perbaikan tata kelola pupuk dan penguatan sektor pengairan.

"Pemerintah akan membantu melalui perbaikan tata kelola pupuk hingga penguatan sektor pengairan agar produksi tebu dapat meningkat.

Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari asosiasi dan para petani agar program ini dapat berjalan dengan baik," ujar Radian Bagiono, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Bidang Pangan.

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyambut positif rencana mandatory blending bioetanol. Kebijakan ini dinilai membuka pasar baru bagi komoditas tebu di dalam negeri.

"Program mandatory ini tentu menjadi hal yang positif bagi petani.

Yang penting bagaimana mekanisme harga bisa diterima dan memberikan kepastian bagi petani tebu," kata H. Soemitro Samadikoen, Ketua Umum APTRI.

>>> Kurs Rupiah 28 Mei 2026 Melemah ke Rp17.860 per Dolar AS

Pertamina NRE terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk merumuskan regulasi harga yang ideal. Pendekatan ini diharapkan melindungi hak ekonomi petani sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen.