Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil maksimal di setiap pertandingan putaran final Piala Dunia 2026.

Turnamen ini akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai bulan depan.

>>> Paul McCartney Rilis Album Baru The Boys of Dungeon Lane

"Memainkan setiap pertandingan seolah itu adalah laga terakhir kami, menghormati lawan, dan siap bersaing untuk meraih pencapaian tertinggi.

Satu-satunya hal yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan mengikuti dengan sendirinya," kata Luis de la Fuente.

Spanyol yang berstatus juara dunia 2010 masuk dalam Grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.

Komposisi skuad kali ini unik karena diperkuat delapan pemain Barcelona tanpa satu pun pemain dari Real Madrid.

Jadwal Pertandingan Spanyol

Pertandingan pembuka grup akan mempertemukan Spanyol dengan Tanjung Verde pada Minggu (15/6/2026) pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat.

Setelah laga tersebut, mereka dijadwalkan bersua Arab Saudi pada Sabtu (21/6/2026) di lokasi yang sama.

Spanyol kemudian menghadapi Uruguay pada Jumat (27/6/2026) pukul 07.00 WIB di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko.

De la Fuente menilai armada mudanya masih memiliki ruang perkembangan yang luas, meskipun tim ini telah sukses mengamankan trofi Piala Eropa 2024.

>>> BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem hingga Awal Juni

"Masih ada banyak ruang untuk berkembang. Kami memiliki kelompok pemain yang sangat berbakat, tetapi banyak dari mereka masih sangat muda.

Menggabungkan mereka dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman memberi kami stabilitas dan arah yang jelas," ujarnya.

Perhatian khusus diberikan kepada penyerang sayap muda Barcelona, Lamine Yamal, yang bersiap mencatatkan debut di Piala Dunia pada usia 18 tahun.

Sepanjang musim ini, Yamal mengemas 24 gol dan 18 assist dari 45 laga di seluruh kompetisi, serta mengantar Barcelona menjuarai Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.

"Dia masih sangat muda. Dia debut bersama kami pada usia 16 tahun.

Sekarang dia berusia 18 tahun dan kami menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola kepadanya," kata De la Fuente.

Proses pembinaan pemain muda tersebut tidak hanya berfokus pada performa di dalam lapangan, melainkan juga menyentuh aspek pembentukan karakter personal.

>>> Kaspersky: Baru 38% Keluarga Indonesia Pasang Perlindungan Siber Komprehensif

"Ini tentang mengajarkan nilai-nilai yang harus dia miliki, baik dalam sepak bola maupun kehidupan. Keduanya harus berjalan beriringan," pungkasnya.