PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) resmi merombak susunan dewan komisaris dan direksi perusahaan.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).

>>> Ulama Berbeda Pendapat Mengenai Hukum Kurban untuk Nonmuslim

Langkah restrukturisasi ini bertujuan memperkuat strategi transformasi bisnis agar lebih terarah, prudent, dan berkelanjutan. Perubahan jajaran manajemen diharapkan meningkatkan efektivitas eksekusi strategi perusahaan.

Penyegaran ini juga menjadi upaya mendorong perbaikan kinerja perseroan setelah menghadapi berbagai tantangan sepanjang tahun lalu.

Direktur BWS Moon Sungwon menyatakan harapannya agar perubahan ini mampu memperkuat eksekusi strategi perseroan.

"Perubahan manajemen ini diharapkan dapat memperkuat eksekusi strategi perseroan, khususnya dalam mendorong perbaikan kinerja setelah tahun 2025 yang penuh tantangan," ujar Moon Sungwon.

Pihak perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan tugas dari pimpinan yang baru terpilih masih harus melewati proses administratif di regulator.

Jabatan baru tersebut belum berlaku aktif secara penuh pada saat pengumuman dilakukan.

>>> Bank Woori Saudara Fokus Garap Kredit Korporasi Ekosistem Korea

"Susunan untuk Direktur dan juga Presiden Direktur ini efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK," kata Moon Sungwon.

Susunan Baru Komisaris dan Direksi

Dalam susunan baru, Arief Budiman tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris. Ia didampingi Kim Ki Joo sebagai Komisaris.

Posisi Komisaris Independen kini diisi oleh Ahmad Fajarprana, Tippy Joesoef, dan Yudi Permana. Jumlah personel komisaris independen bertambah dari sebelumnya dua orang setelah Adi Haryadi tidak lagi menjabat.

Pada jajaran direksi, Han Chang Sik ditunjuk menjadi Presiden Direktur.

Posisi direktur diisi oleh Kim Wook Bae, Moon Sungwon, Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, Felix Aristo Ardian, dan Adityo Kristianto.

>>> Marc Marquez Kembali Balapan di MotoGP Italia 2026

Empat nama yakni Wuryanto Suyud, Edwin Sulaerman, Benny S Tan, dan Abdurachman Hadi resmi tidak lagi menjabat.