PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) tetap melanjutkan rencana ekspansi bisnis pada tahun 2026. Perusahaan akan memperkuat infrastruktur rantai pendingin serta membuka cabang baru di berbagai daerah.

Langkah strategis ini diambil untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memperluas penetrasi pasar. Hal ini dilakukan di tengah tekanan daya beli masyarakat dan fluktuasi ekonomi makro.

>>> Pilot Perempuan Indonesia Ukir Sejarah Terbangkan Pesawat Kepresidenan RI

Alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) tahun 2026 sepenuhnya diarahkan untuk mendukung penguatan infrastruktur tersebut. Tujuannya mengoptimalkan pola konsumsi riil masyarakat yang kini cenderung menerapkan smart spending.

Direktur Utama PT Segar Kumala Indonesia Tbk Renny Lauren menjelaskan bahwa ekspansi dilakukan secara terukur pada lokasi strategis.

"Kami menegaskan bahwa strategi ekspansi ini dieksekusi dengan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat," ujarnya.

Pembukaan cabang baru tidak dilakukan secara agresif tanpa perhitungan. Perencanaan dilakukan secara terukur dan adaptif pada lokasi-lokasi strategis yang menjanjikan.

>>> Aurelia, Siswi SMA Santa Ursula, Borong Penghargaan di Kompetisi Internasional Bangkok

Manajemen emiten berkode saham BUAH ini juga memilih untuk tidak berspekulasi pada produk-produk unconventional. Hal ini demi menjaga stabilitas pendapatan perusahaan.

Selain fokus pada jaringan distribusi, perseroan telah menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp25 miliar kepada para pemegang saham melalui RUPST.

Keputusan tersebut membuat total dividen BUAH untuk tahun buku 2025 mencapai Rp50 miliar, setelah akumulasi dengan dividen interim sebesar Rp25 miliar.

Melalui pendekatan pertumbuhan yang terukur (prudent growth), emiten distributor buah ini juga menyiapkan mitigasi terhadap risiko fluktuasi nilai tukar.

>>> VIDA Ingatkan Modus Penipuan Canggih Bayangi Tren Kurban Online

Langkah ini demi mendorong margin laba bersih yang lebih solid pada 2026.