Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam keras serangan bom bunuh diri yang menyasar kereta penumpang di Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Minggu (24/5/2026).

Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 14 warga negara Pakistan dan melukai puluhan orang lainnya.

>>> Wataru Endo Siap Pimpin Jepang Hancurkan Dominasi Elite di Piala Dunia 2026

Kecaman disampaikan dalam pernyataan pers resmi pada Selasa (26/5/2026), seperti dilansir dari Media Indonesia.

Pernyataan itu menegaskan posisi bersama anggota dewan dalam menghadapi ancaman terorisme global.

"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasi merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," tulis pernyataan tersebut.

DK PBB menyampaikan rasa duka mendalam bagi seluruh pihak yang terdampak.

Mereka juga mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.

>>> Redmi 13C: Harga Mulai Rp1,1 Jutaan dengan Layar 90Hz dan Baterai 5.000 mAh

Kelompok militan Tentara Pembebasan Balochistan melalui unit Brigade Majeed telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

DK PBB meminta negara-negara anggota berpartisipasi aktif membantu Pakistan sesuai hukum internasional.

"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa setiap tindakan terorisme adalah kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasinya, di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun dilakukan," demikian pernyataan DK PBB.

Langkah penutup pernyataan tersebut mengingatkan komitmen global dalam menumpas sel teror.

>>> Jennie Blackpink Pukau Publik di Chanel Metiers d'Art 2026 Seoul

Penanganan terorisme harus tetap bersandar pada koridor hukum yang berlaku, termasuk Piagam PBB, hukum hak asasi manusia internasional, hukum pengungsi, serta hukum humaniter.