"Secara teknis sebenarnya kita juga bisa memahami, sebagaimana anggaran negara melalui Banpres diberikan sembako kemudian didistribusikan untuk masyarakat, dan ini tentu tidak ada isu," tuturnya.

Logika tersebut berlaku ketika anggaran Banpres digunakan untuk membeli hewan kurban.

Sapi-sapi ini tidak dikonsumsi pribadi oleh presiden atau elite istana, melainkan disalurkan langsung ke berbagai wilayah untuk masyarakat yang membutuhkan.

Niam menekankan bahwa langkah yang diambil pemerintah ini merupakan kebijakan yang kontekstual. Kehadiran kurban dari presiden di tengah masyarakat diharapkan dapat menguatkan ikatan sosial sekaligus meningkatkan syiar keagamaan.

"Momentumnya adalah momentum Idul Adha. Tentu ini akan menambah semarak syiar Iduladha.

Jadi saya kira secara keagamaan tidak ada isu, dan secara teknis ini sesuatu yang justru kontekstual," kata dia.

Rincian Distribusi Hewan Kurban

Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban premium senilai hampir Rp100 miliar untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026.

Bantuan ini disebarkan ke 552 daerah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, hingga tokoh agama di seluruh Indonesia.

Wakil Menter Sekretaris Negara Juri Ardiantoro merinci alokasi distribusi tersebut. Sebanyak 598 ekor sapi kurban resmi diserahkan kepada pemerintah provinsi serta 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, sebanyak 500 ekor sapi sisanya diserahkan kepada lembaga hingga tokoh masyarakat.

>>> Ulama Haramkan Jual Daging Kurban dan Bagian Tubuh Hewannya

Termasuk di antaranya, Presiden Prabowo menyalurkan 10 ekor sapi kurban seberat di atas 800 kg yang berasal dari peternak lokal untuk masyarakat Papua.