Kanker payudara masih menjadi ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia. Risiko penyakit ini dapat ditekan dengan pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan deteksi dini.

Penelitian terbaru menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses, daging olahan, dan lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

>>> 10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di Dunia Tahun 2026, Tembus Triliunan Rupiah

Namun, para ahli menegaskan tidak ada satu jenis makanan yang secara langsung menyebabkan kanker payudara.

Profesor di Harvard Medical School dan dokter senior Breast Oncology Center Dana-Farber Cancer Institute, Jennifer Ligibel, mengatakan alkohol menjadi faktor makanan dan minuman yang paling konsisten dikaitkan dengan kanker payudara.

"Selain alkohol, belum ada makanan yang terbukti secara langsung menyebabkan kanker payudara," ujarnya.

Waspadai Makanan Pemicu Risiko

Makanan ultra-proses seperti minuman bersoda, makanan cepat saji, nugget, sosis, keripik kemasan, mi instan, pizza beku, dan makanan manis kemasan tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta bahan tambahan dan pengawet.

Studi tahun 2023 terhadap sekitar 462 ribu peserta menemukan semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, risiko kanker payudara ikut meningkat.

Ahli gizi onkologi dari Scripps Health, Alison Meagher, menjelaskan makanan ultra-proses dapat memicu obesitas, peradangan, dan mengganggu kesehatan mikrobioma usus yang diduga berpengaruh terhadap risiko kanker.

Konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, salami, dan hot dog juga dikaitkan dengan kenaikan risiko kanker payudara.

Kajian terhadap 13 studi dengan lebih dari 1 juta peserta menunjukkan konsumsi rutin daging olahan meningkatkan risiko sebesar 9%.

Sementara itu, konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 6%.

Penelitian lain pada 2024 terhadap lebih dari 500 ribu peserta menemukan asupan lemak jenuh tinggi turut meningkatkan risiko kanker payudara.