Makanan Pemicu Risiko Kanker Payudara, Kenali Gejala Awalnya
Lemak jenuh banyak ditemukan pada mentega, keju, makanan cepat saji, gorengan, dan makanan panggang kemasan.
Diet Sehat dan Serat Tinggi sebagai Pelindung
Pola makan sehat dinilai mampu membantu menurunkan risiko kanker payudara.
>>> Daging Kambing Bikin Kolesterol Naik dan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?
Pola makan Mediterania yang kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, ikan, minyak zaitun, dan protein rendah lemak menjadi salah satu yang paling banyak diteliti.
Penelitian menunjukkan perempuan pascamenopause yang rutin menjalani pola makan Mediterania memiliki risiko 40% lebih rendah terkena kanker payudara tipe estrogen receptor-negative.
"Kami tahu pola makan Mediterania membantu orang hidup lebih lama, menghindari diabetes dan penyakit jantung, serta menjaga berat badan tetap stabil," ujar Ligibel.
Asupan serat tinggi juga berperan penting.
Kajian pada 2020 menemukan perempuan yang mengonsumsi banyak serat memiliki risiko kanker payudara 8% lebih rendah dibandingkan mereka yang minim serat.
"Serat adalah salah satu komponen makanan paling penting dalam pencegahan penyakit," kata Meagher.
Kenali Gejala Awal Kanker Payudara
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa kanker payudara dapat menyerang siapa saja, terutama perempuan dengan faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, gaya hidup tidak sehat, penggunaan hormon jangka panjang, hingga tidak pernah menyusui.
Deteksi dini menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
"Semakin cepat kanker payudara terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh dan menjalani hidup yang sehat dan produktif," tulis Kemenkes RI.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan pada payudara karena gejala awal sering kali muncul tanpa rasa nyeri.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Benjolan keras di payudara atau ketiak
- Perubahan ukuran dan bentuk payudara
- Puting tertarik ke dalam
- Cairan abnormal keluar dari puting
- Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
Kemenkes mendorong perempuan rutin melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS oleh tenaga medis, serta mammografi terutama bagi perempuan usia di atas 40 tahun.
Risiko kanker payudara juga dapat ditekan dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, berhenti merokok, menghindari alkohol, serta memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayur.
Update Terbaru
BTS Dominasi American Music Awards 2026, Sabrina Carpenter Raih Album Terbaik
Kamis / 28-05-2026, 02:03 WIB
Persija Jakarta Resmi Lepas Mauricio Souza Gagal Penuhi Target Kontrak
Kamis / 28-05-2026, 02:03 WIB
CMNP Catat Pendapatan Rp5,8 Triliun pada Tahun Buku 2025
Kamis / 28-05-2026, 02:03 WIB
Xiaomi Redmi 15C: Baterai 6000 mAh Jadi Standar Baru Ponsel Rp1,5 Jutaan
Kamis / 28-05-2026, 01:59 WIB
Lebih dari 60 Merek Otomotif Siap Ramaikan GIIAS 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:59 WIB
Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Final Liga Conference di Leipzig
Kamis / 28-05-2026, 01:59 WIB
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 27 Mei 2026: Mayoritas Cerah Berawan
Kamis / 28-05-2026, 01:59 WIB
Enzim Pepaya dan Nanas Mengempukkan Struktur Daging Kurban Alot
Kamis / 28-05-2026, 01:59 WIB
Indonesia Targetkan Produksi Emas Nasional Naik Dua Lipat Melalui Penertiban Tambang Ilegal
Kamis / 28-05-2026, 01:59 WIB
10 Pencetak Gol Termuda Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Kamis / 28-05-2026, 01:58 WIB
Xiaomi Redmi 15C: Baterai 6000 mAh Jadi Andalan di Kelas Entri
Kamis / 28-05-2026, 01:58 WIB
Jadwal Rilis Endless Yearning Chapter 12, Spoiler, dan Tempat Baca
Kamis / 28-05-2026, 01:58 WIB
BYD Perluas Jajaran Shark 6 di Australia dengan Varian 2.0L Turbo dan Cab Chassis
Kamis / 28-05-2026, 01:58 WIB
Federico Valverde Gabung Timnas Uruguay, Respons soal Konflik Madrid
Kamis / 28-05-2026, 01:54 WIB






