Manajemen OGC Nice memastikan kehadiran para pemain internasional mereka untuk menghadapi AS Saint-Etienne dalam babak playoff promosi-degradasi Ligue 1 pada Selasa, 26 Mei 2026.

Langkah ini diambil setelah jajaran direksi klub memanfaatkan celah hukum dalam regulasi FIFA terkait batas waktu pemanggilan pemain oleh federasi nasional.

>>> Greuther Fuerth Ungguli Rot-Weiss Essen 1-0 di Babak Pertama Playoff

Klub berjuluk Les Aiglons tersebut meloloskan argumen hukum setelah meneliti regulasi pelepasan pemain selama 42 jam.

Berdasarkan aturan, federasi nasional wajib mengirimkan surat pemanggilan resmi kepada klub paling lambat 10 Mei 2026, atau 15 hari sebelum periode pelepasan dimulai pada 25 Mei 2026.

Beberapa asosiasi sepak bola seperti Aljazair, Tunisia, dan Ghana dinilai tidak memenuhi ketentuan batas waktu tersebut secara tepat.

Sengketa ini sempat memicu ketegangan karena FIFA sebelumnya menolak permohonan dispensasi yang diajukan Ligue de Football Professionnel (LFP) untuk laga playoff Liga Prancis.

Badan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa dispensasi pelepasan pemain di luar kalender internasional hanya berlaku untuk laga final kompetisi Eropa.

LFP menjadwalkan laga krusial ini di tengah kalender internasional karena penundaan jadwal setelah Nice harus bertanding di final Coupe de France melawan RC Lens.

Situasi penjadwalan tersebut memicu protes keras dari manajemen OGC Nice yang menganggap hak-hak olahraga mereka terganggu.

"Une atteinte manifeste au principe fondamental d’équité sportive," cetus Maurice Cohen, Wakil Presiden Delegasi OGC Nice.

>>> Playoff Ligue 1: Saint-Etienne vs Nice Berlangsung Ketat

Pernyataan tersebut disampaikan Maurice Cohen melalui surat tercatat yang ditujukan langsung kepada Presiden LFP Vincent Labrune sebagai bentuk protes atas potensi absennya belasan pilar penting klub.