Jalan berlubang masih menjadi masalah umum bagi pengendara motor di berbagai daerah. Kondisi ini sering memicu respons spontan untuk menghindari lubang.

Banyak pengendara langsung membelokkan kendaraan secara mendadak begitu melihat lubang di depan. Tujuannya agar roda tidak menghantam lubang tersebut.

>>> Daftar Rest Area Tol Trans Jawa yang Dilengkapi SPKLU untuk Mudik Idul Adha 2026

Namun, manuver tiba-tiba justru menyimpan potensi bahaya lebih besar daripada menerjang lubang. Risiko jatuh atau tersenggol kendaraan lain dari belakang meningkat jika situasi sekitar diabaikan.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menjelaskan bahwa menghindari jalan rusak sebenarnya boleh dilakukan demi keselamatan.

Namun, pengendara harus tetap tenang dan tidak bergerak mendadak.

"Menghindari lubang itu sebenarnya boleh dilakukan demi keselamatan, tapi yang bahaya kalau menghindarinya secara mendadak atau panik," ujar Agus kepada Kompas.

com, Selasa (26/5/2026).

Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah pengendara langsung membelokkan setang tanpa memeriksa lalu lintas di sekitar. "Misalnya langsung banting setang tanpa lihat kondisi sekitar area berkendara kita.

Ini yang berisiko menyebabkan kecelakaan," katanya.

>>> IIMS Surabaya 2026: Pameran Otomotif dan Konser Musik di Grand City

Sebelum berbelok menghindari lubang, pastikan keamanan area sekitar terlebih dahulu. Pengendara perlu memperlambat laju motor dan memantau posisi kendaraan lain di samping maupun belakang.

Prosedur ini penting untuk mencegah tabrakan dengan pengguna jalan lain yang tidak mengantisipasi perubahan arah motor secara mendadak.

Jika jarak lubang sudah terlalu dekat dan tidak ada ruang aman untuk menghindar, Agus menyarankan untuk melintasi lubang secara perlahan sambil menjaga keseimbangan.

"Kalau lubangnya sudah terlalu dekat dan tidak memungkinkan menghindar dengan aman, lebih baik dilewati pelan," ucapnya.

Ia juga merekomendasikan untuk mengangkat pinggul sedikit dari jok motor saat melintasi lubang. Hal ini membantu tubuh tetap seimbang dan meredam hentakan.

Faktor utama saat menghadapi jalan rusak adalah menjaga ketenangan. Pengambilan keputusan tergesa-gesa di jalan raya sering menjadi akar kecelakaan lalu lintas.

>>> Polri Luncurkan ETLE Drone Mobile dan SIM Digital untuk Pengawasan Lalu Lintas

"Intinya jangan panik dan tetap mengutamakan keselamatan," katanya.