"Jika suatu sistem dirancang atau digunakan dengan cara yang kurang menghargai beberapa kehidupan, atau mengecualikannya tanpa kemungkinan mempertimbangkannya, maka sistem itu bukan sekadar alat yang harus digunakan dengan baik," kata Paus Leo XIV.

Akses kepemilikan data kolektif juga ditekankan tidak boleh sepenuhnya dimonopoli oleh sektor bisnis swasta tanpa regulasi negara.

Regulasi berbasis prinsip partisipatif dibutuhkan untuk melindungi hak dasar publik.

"Kepemilikan data tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pihak swasta tetapi harus diatur dengan tepat.

Data adalah produk dari banyak kontributor dan tidak boleh diperlakukan sebagai sesuatu yang dijual atau dipercayakan kepada segelintir orang," terang Paus Leo XIV.

Pendiri perusahaan AI Anthropic, Christopher Olah, yang menghadiri peluncuran ensiklik tersebut membenarkan perlunya panduan moral bagi para pengembang.

Menurutnya, industri saat ini membutuhkan koridor yang jelas di luar motif keuntungan bisnis semata.

"Kami membutuhkan suara moral yang tidak bisa dibelokkan oleh insentif bisnis," kata Olah.

Kolaborasi jangka panjang antara pembuat sistem kecerdasan buatan dengan pemimpin moral dipandang krusial di tengah pesatnya laju adopsi teknologi.

>>> Oppo Resmi Luncurkan ColorOS 16 dengan Fitur AI Personal

"Ini baru permulaan, awal dari kolaborasi panjang antara mereka yang membangun teknologi ini dan mereka yang bisa melihat hal-hal yang tidak kami lihat dari dalam," ujar Olah.