Paus Leo XIV Kecam Ambisi Dominasi AI demi Bisnis dan Geopolitik
Konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir entitas besar juga memicu kekhawatiran terhadap hilangnya pengawasan publik.
"Ketika kekuasaan tersebut terkonsentrasi di tangan segelintir orang, kekuasaan tersebut cenderung menjadi tidak transparan dan menghindari pengawasan publik, meningkatkan risiko bentuk-bentuk pembangunan yang menyimpang yang menimbulkan ketergantungan, pengucilan, manipulasi, dan ketidaksetaraan baru," imbuh Paus Leo XIV.
Sejumlah korporasi raksasa tercatat merealisasikan langkah restrukturisasi pegawai demi mendanai teknologi baru ini.
Meta merumahkan sekitar 8.000 karyawan global pada 20 Mei 2026, bersamaan dengan komitmen investasi AI mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS.
Langkah serupa diambil Oracle dan Amazon yang masing-masing memangkas 16.000 pekerja demi membangun pusat data AI.
Sederet nama besar lain seperti Cisco, Microsoft, Atlassian, Block, Cloudflare, Coinbase, dan Snapchat turut melakukan PHK dengan alasan restrukturisasi cara kerja.
>>> Telkomsel Siapkan Jaringan 5G untuk Siaran Piala Dunia 2026
"Santo Yohanes Paulus II menyadari bahwa pengangguran adalah kejahatan besar.
Bahkan, ketika mencapai proporsi yang masif, hal itu menjadi bencana sosial yang sesungguhnya yang terutama membutuhkan negara untuk menjalankan tanggung jawabnya," tulis Paus Leo XIV.
Pengurangan biaya tenaga kerja demi mengejar keuntungan finansial dinilai bukan pembenaran moral yang sah dalam pengembangan teknologi.
Paus Leo XIV menegaskan bahwa fungsi awal inovasi seharusnya meringankan beban kerja, bukan mengeliminasi peran manusia.
"Pengejaran keuntungan yang lebih besar tidak dapat membenarkan pilihan yang secara sistematis mengorbankan pekerjaan, karena manusia adalah tujuan, bukan alat," tulis Paus Leo XIV.
Sistem AI yang dirancang tanpa menghargai kehidupan sosial dikategorikan bukan lagi sebagai alat yang netral.
Pengawasan ketat harus menyasar pada proses perancangan, model data, serta gagasan yang tertanam di dalamnya.
Update Terbaru
Trump Perketat Aturan Spesies Terancam, Aktivis Kecam
Sabtu / 11-07-2026, 14:43 WIB
Gotham FC Raih Kemenangan ke-100 di NWSL Usai Comeback Lawan Utah
Sabtu / 11-07-2026, 14:43 WIB
Jeff Bridges Kenang Robin Williams Saat Syuting The Fisher King
Sabtu / 11-07-2026, 14:42 WIB
Caleb Kilian Gagal Selamatkan Keunggulan, Giants Kalah dari Rockies
Sabtu / 11-07-2026, 14:42 WIB
Damian Pinas Hadapi Cesar Almeida di UFC 329
Sabtu / 11-07-2026, 14:42 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 11 Juli: Cancer Hargai Kesetiaan, Leo Harus Sabar
Sabtu / 11-07-2026, 14:42 WIB
David Beckham Raih Popularitas Komersial Belum Pernah Terjadi di Pasar AS
Sabtu / 11-07-2026, 14:40 WIB
Tour de France: Suhu Ekstrem Uji Batas Ketahanan Fisik Pembalap
Sabtu / 11-07-2026, 14:38 WIB
7 Aplikasi Penghasil Uang Terbaru 2026, Saldo DANA Gratis Bisa Cair
Sabtu / 11-07-2026, 14:37 WIB
KPK: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terima Rp2,93 Miliar dari Pemerasan Bawahan
Sabtu / 11-07-2026, 14:37 WIB
Febrie Mundur, Kejagung Pastikan Perkara Korupsi Tetap Berjalan
Sabtu / 11-07-2026, 14:37 WIB
Celukan Bawang Disiapkan Jadi Pelabuhan Alternatif Kurangi Kepadatan Bali
Sabtu / 11-07-2026, 14:37 WIB
KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City Mulai September 2026
Sabtu / 11-07-2026, 14:36 WIB
Coba SSD Sandisk Piala Dunia 2026, Flashdisknya Bentuk Peluit Wasit
Sabtu / 11-07-2026, 14:36 WIB







