Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek, Prof. Dr. Yudi Darma, menilai riset di kampus perlu lebih dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, pendidikan sejak dini penting agar anak-anak terbiasa melihat persoalan di sekitar dan mencari solusi.

"Kami sangat mendorong kampus dan peneliti untuk mempertimbangkan relevansi penelitian dengan kebutuhan riil masyarakat," kata Yudi.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menilai pendidikan perubahan iklim membutuhkan konsistensi kurikulum dan dukungan infrastruktur sekolah yang sesuai dengan kondisi tiap daerah.

"Tidak semua guru paham. Pendidikan perubahan iklim harus konsisten dan guru perlu dipersiapkan," ujar Ledia.

Ia juga menyoroti pentingnya desain sekolah yang adaptif terhadap kondisi iklim setempat, seperti daerah panas ekstrem, rawan petir, atau banjir rob.

>>> APTISI dan SURGE Jalin Kerja Sama Digitalisasi 4.095 PTS di Indonesia

Menurut Ledia, penguatan pendidikan perubahan iklim harus menjadi komitmen jangka panjang semua pihak, termasuk dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang saat ini tengah dibahas DPR.