Pelemahan Rupiah dan Regulasi Minerba Bebani Pelaku Usaha
Pelaku usaha sektor mineral dan batu bara (minerba) menghadapi lonjakan beban operasional akibat merosotnya nilai tukar rupiah serta ketidakpastian regulasi yang memicu kekhawatiran baru dalam dunia bisnis.
Situasi ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira, pada Selasa (26/5/2026).
>>> Keutamaan dan Tata Cara Sholat Iduladha, Ibadah Sunnah di 10 Dzulhijjah
Anggawira menilai regulasi yang kerap berubah secara mendadak oleh instansi pemerintah sangat menyulitkan adaptasi dunia usaha di lapangan.
"Sebenarnya yang terpenting dari dunia usaha adalah kepastian regulasi. Kita bisa beradaptasi, tetapi kalau regulasinya sering berubah, itu membuat kami sulit," ujar Anggawira.
Ia juga menyoroti langkah nyata yang dinantikan dari pemerintah untuk meyakinkan pasar melalui realisasi kebijakan yang konsisten, terutama dalam efisiensi anggaran di tengah ketidakpastian ekonomi.
"Pemerintah harus hadir, bukan hanya sebatas dalam meng-convince angka-angka, tapi juga dalam mengkonfirmasi realita supaya bisa walk the talk juga," tambah Anggawira.
Penempatan pejabat negara yang memiliki kompetensi tinggi juga menjadi sorotan agar implementasi kebijakan di lapangan berjalan selaras dengan kondisi riil pelaku usaha.
Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah dianalisis mulai terjadi sejak eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat.
>>> IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.000-6.200 pada Jumat
Dampak penurunan nilai tukar ini merembet langsung pada struktur biaya produksi perusahaan domestik.
Principal Policy and Program Indonesian Business Council (IBC), Karlina Aucia Agusta, menjelaskan bahwa depresiasi mata uang sangat memukul sektor industri yang memiliki ketergantungan tinggi pada impor.
"Setiap kali ada depresiasi rupiah, itu akan memengaruhi biaya perusahaan.
Perusahaan yang sangat heavy terhadap impor dari bahan baku impor, energi, logistik internasional, dan juga kemungkinan komponen dan mesin," kata Karlina.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 17.789 per dolar AS, atau melemah sebesar 6,39% secara tahun berjalan (year to date).
Langkah stabilisasi moneter yang diambil Bank Indonesia mendapat apresiasi, namun bank sentral diingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan agar kebijakan tersebut tidak menekan ruang gerak dunia usaha.
>>> Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan Resmi
"Catatan untuk ke depannya adalah tentu ini juga harus dilakukan secara hati-hati karena jika terlalu agresif, tentu ini akan menekan modal kerja, konsumsi, dan ekspansi appetite dari bisnis untuk melakukan ekspansi usaha," pungkas Karlina.
Update Terbaru
Kemendikdasmen Umumkan Hasil Tes Kemampuan Akademik SD dan SMP 2026
Rabu / 27-05-2026, 01:24 WIB
Hambatan Integrasi Ekonomi ASEAN Mengemuka di Tengah Gejolak Global
Rabu / 27-05-2026, 01:24 WIB
Prudential Indonesia Perkuat Pencegahan Fraud Asuransi Kesehatan
Rabu / 27-05-2026, 01:24 WIB
7 Aplikasi Traveling Terbaik untuk Liburan Praktis dan Lengkap
Rabu / 27-05-2026, 01:24 WIB
Kemenpar Wajibkan Vila dan Homestay Miliki NIB Mulai Agustus 2026
Rabu / 27-05-2026, 01:24 WIB
Mensa Indonesia Dorong Pemahaman Kecerdasan Multidimensional di Era AI
Rabu / 27-05-2026, 01:24 WIB
Peneliti Indonesia-Australia Ciptakan Board Game Edukasi Perubahan Iklim untuk Siswa SD
Rabu / 27-05-2026, 01:24 WIB
Oppo Pad 6 Resmi Meluncur, Bawa Chipset Dimensity 9500s dan Baterai 10.420 mAh
Rabu / 27-05-2026, 01:23 WIB
OPPO Luncurkan Find X9 Series Global, Varian Ultra Bawa Zoom 10x
Rabu / 27-05-2026, 01:23 WIB
Oppo Luncurkan Tablet Pad Air 5 Starry White dengan Chipset Dimensity 7300-Ultra
Rabu / 27-05-2026, 01:19 WIB
Xiaomi Siapkan Redmi K90 Ultra dengan Fast Charging 100W
Rabu / 27-05-2026, 01:19 WIB
DC Studios Siap Rilis Supergirl di Bioskop Indonesia Juni Mendatang
Rabu / 27-05-2026, 01:19 WIB
KTM Solutions Tekankan Keseimbangan Bisnis dan Talenta di Manager Fest 2026
Rabu / 27-05-2026, 01:19 WIB
APTISI dan SURGE Jalin Kerja Sama Digitalisasi 4.095 PTS di Indonesia
Rabu / 27-05-2026, 01:19 WIB






