Makanan bersantan banyak ditemukan dalam kuliner Indonesia. Rasanya gurih dan creamy, namun konsumsi berlebihan bisa memicu masalah kesehatan.

Berikut 12 bahaya yang perlu diwaspadai jika terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan.

>>> Keutamaan dan Tata Cara Sholat Iduladha, Ibadah Sunnah di 10 Dzulhijjah

Dampak pada Kolesterol dan Jantung

Konsumsi santan berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kolesterol tinggi ini berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Penyumbatan pembuluh darah berhubungan erat dengan penyakit jantung. Risiko penyakit jantung pun meningkat.

Masalah Berat Badan dan Obesitas

Santan tinggi kalori sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika sering dikonsumsi. Pola makan tinggi lemak jenuh juga meningkatkan risiko obesitas.

Tekanan Darah dan Pencernaan

Lemak berlebih dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah, memicu hipertensi. Terlalu banyak santan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, atau diare.

>>> IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.000-6.200 pada Jumat

Kulit dan Diabetes

Makanan berlemak tinggi dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit, menyebabkan jerawat. Jika dikonsumsi bersama makanan tinggi gula dan karbohidrat, risiko diabetes bisa meningkat.

Organ Dalam dan Kebugaran

Lemak berlebih membuat kerja hati semakin berat dalam mengolah lemak. Makanan bersantan juga bisa memicu gejala maag atau asam lambung pada orang sensitif.

Terlalu sering makan santan bisa membuat asupan nutrisi lain tidak seimbang. Konsumsi berlebihan juga dapat membuat tubuh terasa lebih cepat lelah dan tidak bertenaga.

>>> Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan Resmi

Makanan bersantan boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya dalam jumlah wajar agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.