Kontroversi seputar wawancara Milly Alcock mengenai perannya sebagai Supergirl di DC Universe (DCU) baru semakin memanas.

Situasi berkembang menjadi perselisihan terbuka antara sang aktris dan sebagian basis penggemar.

>>> Slank Siap Kolaborasi dengan Margie Segers di Java Jazz Festival 2026

Petinggi DC Studios, Peter Safran, turun tangan memberikan pembelaan.

Ketegangan bermula dari komentar Alcock dalam wawancaranya dengan Vanity Fair.

Ia mengantisipasi adanya reaksi negatif dari penggemar pria terkait fandom pada karakter wanita favorit mereka.

Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari para penggemar.

Banyak yang merasa tersinggung dan menilai Alcock serta tim kampanye film Supergirl: Woman of Tomorrow sengaja menggiring opini.

Mereka dianggap membingkai kritik masa depan sebagai tindakan toxic bahkan sebelum film dirilis.

Menanggapi amarah netizen, Alcock melipatgandakan argumennya dalam profil terbaru bersama Variety.

Ia meluruskan bahwa dalam wawancara sebelumnya ia tidak spesifik menggunakan kata "pria", melainkan hanya menyebut "orang-orang" secara umum.

Menurut Alcock, reaksi kemarahan massal yang ia terima justru membuktikan poinnya benar.

>>> RAN Remake Video Klip Pandangan Pertama untuk Rayakan 20 Tahun Berkarier

Melihat situasi memanas, Peter Safran langsung menghubungi Alcock secara pribadi untuk memberikan dukungan moral penuh.

"Saya meneleponnya dan hanya berkata, 'Kamu hebat! Kamu menghadapinya dengan sangat baik.

Kamu tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Tetaplah jujur pada dirimu sendiri,'" ungkap Safran.

"Saya benar-benar berpikir dia menanganinya dengan baik. Saya juga menyarankan, jangan terlalu lama di dalam (komentar negatif) itu.

Itu tidak akan pernah membuatmu merasa baik."

Langkah Safran menegaskan bahwa kepemimpinan tinggi DC Studios sadar akan dinamika backlash ini dan memilih berdiri di belakang aktris mereka.

Dengan keterlibatan Safran, isu ini bergeser dari sekadar wawancara seorang aktris menjadi pernyataan sikap resmi dari studio.

PR campaign untuk film Supergirl dinilai mulai berisiko karena terus berputar pada narasi melawan trolls, backlash, dan perilaku penggemar.

Bagi film pahlawan super baru yang masa depan box office-nya masih tanda tanya, strategi menyindir calon penonton potensial dinilai langkah berbahaya oleh pengamat industri.

>>> BSI Salurkan 24.053 Ekor Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Meskipun narasi perlawanan ini mendapat dukungan positif dari media hiburan arus utama, strategi tersebut dinilai kurang efektif untuk menarik minat dan menjual tiket bioskop kepada penggemar yang skeptis.