Proses penyembelihan hewan kurban menjelang Iduladha memerlukan perhatian khusus agar sesuai standar kesejahteraan hewan.

Pakar Universitas Airlangga (UNAIR) di Surabaya, Nusdianto Triakoso, menekankan tiga fase krusial: sebelum, saat, dan pasca penyembelihan.

>>> Pameran Tunggal Goenawan Mohamad di Salihara: Teks, Gambar, Kitab

Fase Sebelum Penyembelihan

Hewan kurban idealnya dikirim sehari sebelum penyembelihan agar bisa beradaptasi. Tempat penampungan sementara harus nyaman dan jauh dari area eksekusi.

Hewan sehat ditandai dengan perilaku lincah, responsif, pernapasan normal, dan tidak ada leleran pada mata, telinga, mulut, atau bagian belakang.

Jika pantat basah dan penuh kotoran, hewan mengalami diare. Napas berat atau memburu juga tanda tidak sehat.

Panitia disarankan menempatkan hewan di lokasi penampungan minimal 24 jam sebelumnya. Hindari mengasah pisau di depan hewan karena dapat memicu stres.

Saat Penyembelihan

Teknik menjatuhkan hewan secara halus sangat penting. Metode Burley & Rope Squeeze menggunakan pengikatan tali agar sapi rebah lembut tanpa bantingan kasar.

>>> Empat Drama Korea Baru Tayang Juni 2026, dari Medis hingga Aksi Balas Dendam

"Jika ditarik dengan benar, sapi akan langsung merebah seperti tidur," jelas dr. Nus.

Pisau harus sangat tajam untuk prinsip sekali gorok. Tiga saluran utama (pembuluh darah karotis, trakea, dan esofagus) harus terputus dalam satu gerakan.

Pasca Penyembelihan

Daging harus dipisahkan dari organ dalam. Organ merah (jantung, hati, paru-paru, limpa) dan organ hijau (saluran pencernaan) memiliki tingkat kontaminasi bakteri tinggi.

Limbah seperti darah dan isi perut tidak boleh dibuang ke sungai atau lingkungan terbuka.

>>> Pemkot Tasikmalaya Imbau Panitia Kurban Gunakan Bungkus Ramah Lingkungan

Pengelolaan higienis menghasilkan daging yang memenuhi prinsip ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.