Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan pembiayaan uang saku program Magang Nasional 2026 sepenuhnya ditanggung pemerintah. Dana tersebut akan disalurkan langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kebijakan ini diambil agar tidak membebani korporasi yang menjadi mitra penyelenggara. Sistem penganggaran saat ini belum menerapkan pembagian dana dengan perusahaan.

>>> Wacana Pengalihan Fungsi Bea Cukai ke PT Danantara Sumberdaya Indonesia

Nominal uang saku setiap peserta akan mengikuti upah minimum di wilayah operasional kerja. Besarannya diselaraskan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

Program ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Kuota keseluruhan tahun 2026 mencapai 150.000 orang, dengan sasaran utama lulusan baru yang menyelesaikan pendidikan dalam setahun terakhir.

Gelombang Pertama Dibuka Juli 2026

Kementerian Ketenagakerjaan memproyeksikan gelombang pertama atau batch satu dapat dimulai pada Juli 2026. Kuota yang dialokasikan untuk fase awal sebanyak 50.000 peserta.

"Insya Allah, Juli kita bisa jalan untuk batch pertama angkatan kedua kita 2026 dengan target 50 ribu orang.

>>> Pemerintah Diminta Perkuat Kredibilitas Fiskal untuk Jaga Rupiah

Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir," ujar Yassierli dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (26/5).

Meskipun pembiayaan sepenuhnya dari APBN, kementerian tetap meninjau opsi kontribusi sektor swasta untuk masa depan. Kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan mutu pelaksanaan di lapangan.

Kementerian mendorong transformasi peran perusahaan mitra agar tidak sekadar menyediakan tempat praktik.

Perusahaan dituntut memberikan bimbingan lewat skema mentorship, melakukan penilaian berkala, dan menerbitkan sertifikat kompetensi setelah program berakhir.

>>> Vespa GTS Super Tech 250 HPE Resmi Meluncur di Indonesia

Hingga saat ini, tim internal Kementerian Ketenagakerjaan masih merampungkan jadwal resmi pendaftaran. Proses finalisasi ini dilakukan agar pelamar dari perguruan tinggi dapat segera menyiapkan dokumen.