Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Kota Medan sepakat menjajaki kerja sama di sektor pariwisata. Langkah ini diambil untuk mengembangkan kawasan Danau Toba secara terpadu.

Kesepakatan tersebut dibahas saat Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menerima kunjungan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, di Samosir pada Selasa (26/5).

>>> DEFEND ID Salurkan 100 Hewan Kurban di Berbagai Wilayah Operasional

Menurut Ariston, pembangunan pariwisata Danau Toba tidak bisa dilakukan secara parsial. Daerah penyangga dan pintu masuk wisatawan harus dilibatkan.

Pemkab Samosir saat ini fokus membenahi infrastruktur dan menata kawasan wisata. Tujuannya meningkatkan kenyamanan pengunjung.

"Kami menyambut baik kehadiran Wakil Wali Kota Medan. Silaturahmi ini penting untuk membangun sinergi antar daerah," ujar Ariston.

Ia menambahkan, kemajuan pariwisata di Samosir akan menciptakan efek domino positif bagi daerah lain.

"Pariwisata Danau Toba harus tumbuh bersama. Ketika Samosir maju, daerah lain di Sumatra Utara juga ikut bergerak," jelasnya.

>>> BBMKG Wilayah III Denpasar Tetapkan Status Waspada Cuaca Ekstrem di Bali

Dalam pertemuan itu, Pemkot Medan mengapresiasi transformasi fasilitas wisata di Samosir. Hotel berbintang dan objek wisata baru dinilai berkembang pesat.

"Saya melihat banyak perubahan. Hotel semakin bagus, bahkan sudah ada hotel berbintang.

Waterfront Pangururan mampu menarik ribuan pengunjung," kata Zakiyuddin.

Sebagai pusat transit utama, Kota Medan dipastikan mendapat dampak positif dari peningkatan kunjungan ke Danau Toba.

>>> Kurs Rupiah Melemah ke Rp 17.796 per Dolar AS pada 26 Mei 2026

"Semakin banyak wisatawan ke Samosir, Medan juga merasakan dampaknya sebagai daerah transit," pungkas Zakiyuddin.