Nilai tukar rupiah mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.

Mata uang Indonesia ini terdepresiasi sebesar 52 poin dan berakhir di level Rp 17.796 per dolar AS.

>>> Pemkab Karanganyar Kurangi Bantuan Hewan Kurban Akibat Efisiensi Anggaran

Sebelumnya, pada pembukaan pagi hari, rupiah sempat menyentuh level Rp 17.757. Sepanjang hari, pergerakan rupiah terpantau fluktuatif.

Indeks dolar AS justru menunjukkan penurunan sebesar 0,17 persen menuju level 99.070. Namun, rupiah tetap tertekan oleh faktor eksternal.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa merosotnya nilai tukar rupiah dipicu oleh situasi geopolitik global.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama.

Militer AS dilaporkan kembali mengonfrontasi wilayah Iran selatan melalui serangan udara. Tindakan ini memicu kekhawatiran global karena dapat menghambat proses negosiasi perdamaian yang tengah berjalan.

>>> DPR Masukkan Kuota Perempuan 30 Persen ke Revisi UU Pemilu

"Harga minyak turun tajam pada hari Senin setelah laporan-laporan ini, meskipun kurangnya kejelasan di lapangan membatasi penurunan harga minyak mentah," kata Ibrahim Assuaibi.

Dampak Terhadap Sektor Industri

Melemahnya nilai tukar rupiah diprediksi akan membawa dampak berantai bagi perekonomian nasional.

Ibrahim Assuaibi menyebutkan bahwa ketidakpastian mengenai batas waktu pemulihan rupiah memicu kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi yang lebih luas.

"Pelemahan rupiah juga berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi perusahaan, khususnya industri yang bergantung pada bahan baku impor dan pasar ekspor sehingga meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujar Ibrahim Assuaibi.

Sektor manufaktur yang mengandalkan material dari luar negeri harus menghadapi lonjakan beban biaya operasional. Jika kondisi ini terus berlanjut, stabilitas tenaga kerja di sektor industri terancam.

>>> DKUKMPP Sumedang Gelar Pangan Murah Jelang Iduladha 1447 Hijriah

Untuk perdagangan besok (Iibur Iduladha), Ibrahim memperkirakan rupiah akan fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.790 - Rp 17.850.