Transformasi digital dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi fokus utama BPJS Kesehatan. Berbagai inovasi layanan dan pengelolaan data digital yang dikembangkan kini menarik perhatian internasional.

Delegasi Asia eHealth Information Network (AeHIN) memantau langsung penyelenggaraan sistem ini. Tujuannya untuk memperkuat sistem kesehatan digital di kawasan Asia Pasifik.

>>> Ketahui Perbedaan Hantavirus dan DBD dari Gejala hingga Pencegahan

Kunjungan Delegasi AeHIN

Direktur Informasi dan Teknologi BPJS Kesehatan, Setiaji, menjelaskan bahwa kunjungan delegasi AeHIN memberikan gambaran komprehensif mengenai implementasi JKN di Indonesia.

Inovasi digital ini dikembangkan untuk mendongkrak akses, mutu, dan efisiensi layanan bagi peserta.

Pertemuan tersebut juga menjadi wadah bertukar pengalaman serta praktik baik antarnegara dalam membangun sistem kesehatan berbasis teknologi informasi.

Upaya ini diharapkan memicu lahirnya pembaruan layanan yang adaptif di masing-masing negara anggota.

Setiaji menyebutkan bahwa jumlah peserta JKN telah menjangkau lebih dari 285 juta jiwa atau 98 persen lebih dari penduduk Indonesia.

BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan 23.625 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.207 rumah sakit dan klinik utama di seluruh Indonesia.

Dashboard Digital dan Pemantauan Real Time

Para delegasi asing melihat langsung dashboard digital yang dioperasikan di Performance Management Center BPJS Kesehatan. Fasilitas pemantauan ini mendukung manajemen Program JKN secara terintegrasi dan lebih efektif.

Melalui sistem digital tersebut, setiap transaksi pelayanan kesehatan dapat dipantau secara real time. Pola pemantauan ini diterapkan untuk memastikan seluruh lini layanan berjalan optimal, akuntabel, dan tepat sasaran.

Setiaji menambahkan bahwa sistem pemantauan dan analisis data digunakan untuk mendeteksi potensi fraud pada proses klaim layanan kesehatan.