Kurma kerap dijadikan alternatif pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan gula pasir. Namun, benarkah klaim tersebut?

Ahli gizi menyebut jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Gula rafinasi seperti gula pasir adalah sukrosa yang nutrisinya hilang saat pengolahan, sehingga hanya menyediakan kalori.

>>> Cara Menyembunyikan Status Online di WhatsApp Android dan iPhone

Kurma Utuh vs Gula Pasir

Perbedaan utama terletak pada kandungan serat.

Kurma utuh mengandung sekitar 1-2 gram serat per buah, serta antioksidan dan mikronutrien yang tidak dimiliki gula putih.

Serat dalam kurma memperlambat penyerapan glukosa, sehingga kenaikan gula darah lebih bertahap dibandingkan lonjakan drastis dari gula rafinasi.

Antioksidan dalam kurma juga membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan usus.

>>> Waspada! Ini Tanda Kanker Usus yang Sering Diabaikan Gen Z

Ukuran saji yang dianjurkan untuk kurma utuh sekitar 40 gram, setara dengan 2 kurma Medjool atau 4-5 kurma Deglet Noor.

Meski kurma tetap merupakan sumber gula alami, ia menawarkan nilai gizi yang tidak ada pada gula rafinasi.

Hasil Studi tentang Kurma Utuh vs Gula

Beberapa studi meneliti efek konsumsi kurma utuh terhadap kadar glukosa darah dan respons insulin. Hasilnya menunjukkan kurma memiliki indeks glikemik sedang meski rasanya manis.

Penelitian tentang polifenol kurma menemukan bahwa senyawa antioksidan tersebut mungkin memiliki efek antidiabetes dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Indeks glikemik gula kurma juga lebih rendah daripada gula pasir.

>>> 7 Tanda Asam Lambung Naik dan Cara Mencegahnya

Cara Mengonsumsi Kurma sebagai Pengganti Gula

Jika ingin menggunakan kurma utuh sebagai pemanis alami, pastikan membuang bijinya terlebih dahulu. Beberapa cara yang bisa dicoba:

  • Padukan dengan selai kacang favorit dan biji kakao untuk camilan manis.
  • Campurkan ke dalam smoothie sebagai pengganti madu atau sirup maple.
  • Haluskan dalam food processor untuk membuat pemanis buatan sendiri.