PT Xpeng Indonesia Motor tengah mempertimbangkan untuk membawa SUV terbaru Xpeng GX ke pasar Indonesia.

Langkah ini masih bergantung pada ketersediaan varian kemudi setir kanan dari pabrikan asal China tersebut.

>>> Telat Perpanjang SIM? Wajib Buat Baru dari Awal, Ini Biayanya

"Kalau ada setir kanannya, kita pasti pertimbangkan untuk dibawa masuk ke Indonesia," ujar Iki Wibowo, CEO Xpeng Indonesia, di Bogor, Jawa Barat.

Manajemen menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik Xpeng di Indonesia masih dalam tahap awal.

Akibatnya, perwakilan di Indonesia belum memiliki posisi tawar yang cukup kuat untuk meminta model khusus kepada prinsipal pusat.

"Selama ada setir kanan, kita pertimbangkan. Volume Indonesia belum memungkinkan untuk request diadakan setir kanan.

Jadi kalau secara kumulatif cukup, pasti kita consider," kata dia.

>>> Komparasi Skutik Listrik Premium: Omoway Omo-X vs Maka Cavalry

Pemesanan Tinggi di China

Di pasar domestik China, Xpeng GX mencatatkan pemesanan tinggi. Pabrikan membukukan 24.863 unit dalam 24 jam setelah peluncuran.

"Varian tertinggi Ultra justru menjadi yang paling diminati. Model flagship tersebut menyumbang lebih dari 80 persen total pemesanan," kata He Xiaopeng, Chairman Xpeng.

Data teknis menunjukkan SUV ini hadir dalam delapan varian dengan harga 279.800 yuan hingga 359.800 yuan.

Dimensinya panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, dan jarak poros roda 3.115 mm.

Kabin dilengkapi teknologi steer-by-wire Cosmic Pilot, layar utama 17,3 inci resolusi 3K, dan sistem suara Lingjing AI Sound Max 33 speaker.

>>> Pasar Mobil LCGC Merosot 25 Persen pada Awal Tahun 2026

Dapur pacu menawarkan opsi Extended Range Electric Vehicle dengan jarak tempuh kombinasi 1.585 km, serta Battery Electric Vehicle berdaya jangkau maksimal 750 km.