Setelah hampir empat tahun menjalani wajib militer, proyek solo, dan ketidakpastian, BTS akhirnya kembali pada Maret 2026 dengan album studio kelima mereka, ARIRANG.

Album yang dirilis pada 20 Maret ini langsung mencetak rektor penjualan 4,17 juta kopi di minggu pertama, melampaui rekor sebelumnya 3,37 juta dari Map of the Soul: 7 pada 2020.

>>> Pemerintah Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp 268 Triliun

Dalam hitungan menit, album terjual satu juta kopi dan mencapai 3,98 juta di hari pertama.

ARIRANG juga debut di nomor satu Billboard 200 dengan 641.000 unit setara album, tertinggi untuk grup dalam satu dekade terakhir.

Di Spotify, album ini menjadi album K-pop paling banyak diputar dalam sejarah platform tersebut.

Musik dan Konsep

Judul 'Arirang' sengaja dipilih sebagai lagu rakyat Korea yang melambangkan identitas nasional, kerinduan, dan ketahanan. BTS menjadikannya pernyataan kembali ke akar, bukan sekadar produk komersial.

Secara musikal, ARIRANG adalah album BTS paling eksperimental, mengingatkan pada ambisi genre-crossing Map of the Soul: 7 namun lebih maju.

Produksinya melibatkan kolaborator seperti Ryan Tedder, Diplo, Kevin Parker (Tame Impala), dan Mike WiLL Made-It, bersama penulis lagu grup sendiri.

Album 14 lagu ini bergerak antara pop alternatif, hip-hop trap, dan R&B avant-garde tanpa kehilangan koherensi.

Momen menonjol termasuk Body to Body yang membuka album dengan tarikan folk hipnotis, dan Hooligan yang digambarkan kritikus sebagai lagu paling eksplosif dengan rap line J-Hope, RM, dan Suga yang tajam di atas beat kacau dan euforia.

>>> IHSG Bervariasi Cenderung Melemah, Saham Prajogo Pangestu Melonjak

Aliens beralih ke pop playful dengan chorus adiktif yang dipimpin Jimin. FYA hadir seperti Fire 2.0, salah satu momen paling mentah dan berenergi tinggi.