Shalat Idul Adha memiliki tata cara yang berbeda dengan shalat wajib berjamaah. Salah satu perbedaannya adalah peran bilal atau muazin yang tidak mengumandangkan azan dan iqamah.

Sebagai gantinya, bilal menyerukan kalimat khusus untuk mengajak jamaah berkumpul. Praktik ini menjadi tradisi di berbagai masjid dan lapangan saat Hari Raya Kurban.

>>> RedBird Pecat Allegri dan CEO AC Milan Usai Gagal ke Liga Champions

Ketentuan tidak adanya azan dan iqamah didasarkan pada riwayat Ibnu Abbas RA.

Riwayat tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dan para khulafaur rasyidin melaksanakan shalat Id tanpa kedua seruan itu.

Penjelasan mengenai seruan pengganti juga termaktub dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi.

Pelaksanaan tugas bilal dimulai sebelum shalat hingga sesi khutbah. Berikut tahapan lengkap beserta bacaannya.

Panggilan Memulai Shalat Id

Bilal membuka prosesi dengan mengumandangkan seruan kalimat panggilan shalat jamaah sebanyak tiga kali.

Bacaan yang dilafalkan: Ash-shalāta jāmi‘ah (3x). Shallū sunnatan li ‘Īdil-Aḍḥā rak‘ataini jāmi‘ah, raḥimakumullāh.

Artinya: "Shalat berjamaah (3x). Laksanakanlah shalat sunnah Idul Adha dua rakaat berjamaah, semoga Allah merahmati kalian."

>>> Penulis 'Perfect Crown' Akui Kesalahan, Publik Tetap Minta Drama Ditarik

Setelah seruan selesai, imam langsung menuju mihrab untuk memimpin shalat Idul Adha berjamaah.

Ajakan Mendengarkan Khutbah

Sesaat setelah rangkaian shalat Id selesai, bilal berdiri tegak. Ia memegang tongkat di tangan kanan dan mikrofon di tangan kiri sebagai isyarat khutbah akan dimulai.

Sambil menghadap jamaah, bilal mengumandangkan kalimat ajakan: Yā ma‘āsyiral-muslimīn wa zumratal-mu’minīn raḥimakumullāh. I‘lamū anna yaumakum hādzā yaumul-‘īdi al-akbar, fataqarrabū ilallāhi fin-naḥr.

Artinya: "Wahai kaum Muslimin dan golongan orang-orang beriman, semoga Allah merahmati kalian.

Ketahuilah bahwa hari ini adalah Hari Raya yang paling agung, maka dekatkanlah diri kalian kepada Allah dengan berkurban."

Pembacaan kalimat itu kemudian disambung dengan seruan pengingat saat khatib naik mimbar: Wa idzā sha‘adal-khaṭību ‘alal-minbar, anṣitū wasma‘ū wa aṭī‘ū raḥimakumullāh.

Artinya: "Dan apabila khatib telah naik ke mimbar, diamlah, dengarkanlah, dan taatilah, semoga Allah merahmati kalian."

>>> Aldi Taher Siap Ramaikan BeautyFest Asia 2026 dengan Gaya Spontan

Rangkaian kalimat pengingat ini dalam praktiknya diulang oleh bilal sebanyak tiga kali.