Sebagian besar bersifat endemik dan berpotensi untuk industri obat, kosmetik, dan aromatik. Ancaman alih fungsi lahan dan perburuan liar mendorong perlunya penangkaran.

"Sebagian besar bahan baku obat masih diambil dari alam. Budidaya dan penangkaran menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutannya," ujar Destario.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Ridha Mahyuni, melaporkan penemuan spesies baru Rafflesia harjatiae di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rafflesia ini memiliki warna jingga tanpa totol-totol.

"Penemuan ini sangat signifikan karena jumlah Rafflesia di dunia hanya sekitar 40 spesies dan hanya ditemukan di Asia Tenggara," kata Ridha.

Indonesia kini memiliki 18 spesies rafflesia yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.

>>> 7 Fitur Keamanan iPhone yang Wajib Diketahui untuk Cegah Pencurian

BRIN menekankan pentingnya eksplorasi, dokumentasi, dan konservasi berkelanjutan. Dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026, sedikitnya 29 jenis flora baru telah dideskripsikan secara ilmiah.