Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momen sholat Id, kurban, dan haji. Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah demi menyempurnakan ibadah serta meraih keberkahan.

Berbagai amalan tersebut dapat dipraktikkan sejak malam sebelum Idul Adha hingga setelah sholat Id selesai.

>>> Canon Luncurkan EOS R6 V, Kamera Khusus Kreator Konten Video

Amalan Sunnah Idul Adha

Pertama, memperbanyak takbir. Takbir dapat dikumandangkan setelah sholat fardhu, sunnah rawatib, sunnah mutlak, maupun sholat jenazah.

Waktunya dimulai setelah sholat Subuh pada Hari Arafah (9 Zulhijah) hingga akhir Hari Tasyrik (13 Zulhijah) setelah Asar.

Kedua, mandi sunnah sebelum berangkat ke tempat ibadah. Mandi ini diniatkan untuk membersihkan diri lahir dan batin dalam menyambut hari raya.

Ketiga, berangkat lebih awal menuju lokasi sholat Id. Namun bagi imam, dianjurkan datang mendekati waktu sholat berjamaah.

Keempat, berhias diri dengan pakaian terbaik, memakai parfum, memotong kuku, dan menjaga kebersihan tubuh agar tampil rapi.

>>> PT Medela Potentia Tbk Ekspansi Layanan Kesehatan ke Kamboja

Kelima, memilih rute perjalanan berbeda saat berangkat dan pulang dari sholat Id.

Keenam, tidak makan sebelum sholat Id.

Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha dianjurkan menunda makan hingga setelah sholat selesai, terutama menyantap daging kurban jika tersedia.

Ketujuh, saling memberi ucapan selamat (tahniah) dan berjabat tangan untuk mempererat silaturahmi.

>>> Raffi Ahmad Laporkan Pajak Rolls Royce Phantom Rp 200 Juta

Kedelapan, tetap berada di lokasi setelah sholat Id untuk mendengarkan khutbah. Khutbah Idul Adha biasanya berisi nasihat keagamaan, makna pengorbanan, dan pesan ketakwaan.