Bank Sentral Rusia mulai mencairkan cadangan emas batangan dalam jumlah besar untuk mengatasi defisit anggaran dan biaya operasi militer di Ukraina.

Langkah ini menjadi perhatian pelaku pasar komoditas internasional.

>>> IHSG 25 Mei 2026 Ditutup Menguat ke 6.206 meski Asing Catat Net Sell Rp 2,22 Triliun

Selama dua dekade, Rusia dikenal sebagai salah satu pengumpul emas terbesar untuk memperkuat cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Berdasarkan data Bank Sentral Rusia per 1 Mei 2026, total kepemilikan emas negara itu menyusut menjadi 73,9 juta ons troi.

Dalam sebulan terakhir, Moskow melepas setidaknya 200 ribu ons troi emas ke pasar.

Secara akumulatif sejak awal tahun, cadangan emas Rusia berkurang sekitar 900 ribu ons troi atau setara 27,9 ton.

Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak 2002 dan membawa cadangan emas ke level terendah sejak Maret 2022.

Faktor Pendorong Penjualan Emas

Kombinasi biaya operasi militer di Ukraina dan sanksi ekonomi internasional menjadi faktor utama perubahan strategi moneter ini.

Analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, mengatakan penjualan aset safe haven ini mendesak untuk menambal defisit APBN yang mencapai 4,6 triliun rubel pada akhir kuartal I-2026.

"Tanpa intervensi pasokan dana dari bank sentral saat pendapatan sektor migas sedang lesu, defisit berisiko melampaui 5 triliun rubel," jelas Milchakova kepada The Moscow Times.

>>> Umat Islam Kumandangkan Takbiran Idul Adha 2026 Mulai 26 Mei

Hasil pencairan emas juga dikonversi Kremlin untuk memperkuat likuiditas cadangan mata uang asing, terutama yuan China, guna mengompensasi lesunya ekspor.

Minat Domestik terhadap Emas Meningkat

Di tengah tekanan ekonomi, minat masyarakat dan korporasi Rusia terhadap emas justru melonjak.