Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa minyak mentah yang diimpor dari Rusia akan digunakan sebagai cadangan energi nasional.

Indonesia mendapatkan jatah impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia.

>>> Eks Timnas Jerman Heran Lihat Taktik Inggris saat Dihajar Argentina

Hal ini merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow beberapa waktu lalu.

Yuliot menegaskan bahwa minyak mentah tersebut tidak langsung diolah menjadi bensin untuk kebutuhan konsumsi.

"Itu menjadi cadangan penyangga energi nasional," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

Kerja sama pengadaan minyak ini dilakukan melalui Badan Layanan Umum (BLU) milik Kementerian ESDM, yaitu Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Terkait apakah minyak mentah dari Rusia sudah tiba di Indonesia, Yuliot akan memeriksanya terlebih dahulu.

>>> Samsung Luncurkan Speaker Music Studio 5 dan Music Studio 7 di India

"Dari mana asal, apakah itu ada yang dari Rusia, berapa jumlahnya, kami cek dulu," ujarnya.

Pengadaan minyak ini dilakukan antara Indonesia dan Rusia melalui skema kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kapasitas impor dari Rusia masih berpotensi bertambah pada masa mendatang.

"Volumenya itu bisa berkembang lebih banyak lagi ke depan, tapi kontraknya sudah," ujarnya dalam Energy Forum CNBC Indonesia, Kamis (25/6).

Bahlil juga mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Energi Rusia untuk memastikan kelanjutan kerja sama tersebut.

>>> 5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih

Meski demikian, ia enggan membeberkan rincian lebih lanjut terkait isi kesepakatan yang telah dicapai kedua negara.