Data Moscow Exchange mencatat volume transaksi emas pada April naik lebih dari 350% year-on-year menjadi 42,6 ton.

Nilai perputaran di sektor emas fisik mencapai 534,4 miliar rubel (sekitar USD 7,1 miliar), naik hampir 500%.

Pakar komoditas Finam, Nikolai Dudchenko, menilai fenomena ini menunjukkan pergeseran pola bank sentral negara berkembang yang mulai mengoptimalkan aset emas untuk membiayai anggaran darurat, pertahanan, dan intervensi nilai tukar.

Meski volume fisik cadangan emas Rusia menyusut, nilai total kepemilikan emas negara itu justru naik berkat reli harga emas global.

Pada Januari lalu, nilai buku cadangan emas Rusia melonjak 23% menjadi USD 402,7 miliar setelah harga emas memecahkan rekor tertinggi di USD 5.608,35 per ons troi.

Ekspor emas batangan Rusia ke China juga terus meningkat. Bloomberg melaporkan volume pengapalan emas Rusia ke China sempat melonjak dua kali lipat pada pertengahan tahun lalu.

>>> Harga Emas Dunia Melemah akibat Ketegangan Geopolitik AS dan Iran

Rusia tetap menjadi produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan kapasitas produksi tahunan di atas 300 ton.