Rasulullah SAW menyatakan bahwa amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah sangat dicintai oleh Allah SWT.

Pada momentum ini, Allah SWT juga membebaskan banyak hamba-Nya dari siksa api neraka.

>>> Sani B Hermawan: Orang Tua Kunci Bangun Budaya Literasi Anak

Keistimewaan lainnya terletak pada waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Kesempatan terbaik untuk berdoa berlangsung antara waktu Dzuhur hingga memasuki Maghrib.

Kedudukan puasa Arafah tergolong sangat tinggi di antara puasa sunnah lainnya. Tingkat keutamaannya dinilai hampir mendekati puasa Asyura yang berfungsi menghapus dosa selama satu tahun.

Tata Cara dan Niat Puasa Arafah 2026

Masyarakat yang ingin menunaikan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 dapat mengikuti panduan teknis yang telah ditentukan.

Langkah pertama adalah melafalkan niat pada malam hari sebelum memasuki waktu fajar.

Niat puasa Arafah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati yaumi ‘Arafah sunnatan lillahi ta’ala.” Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Hari Arafah besok karena Allah Ta’ala.”

Ibadah ini berlangsung sejak terbitnya fajar hingga matahari terbenam. Selama berpuasa, umat Muslim disarankan untuk meningkatkan kuantitas dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memohon ampunan.

Kesempurnaan pahala puasa dapat dijaga dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat, ghibah, dan segala bentuk maksiat. Setiap muslim diharapkan dapat mengendalikan diri dengan lebih baik.

Bagi warga yang masih memiliki tanggungan utang puasa Ramadan, mereka tetap diperbolehkan mengamalkan puasa Arafah.

Hal ini karena kedua ibadah tersebut bersifat mandiri, sehingga qadha Ramadan bisa diselesaikan di waktu lain.

Momentum ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana refleksi diri di tengah rutinitas harian. Kehadirannya menjadi bagian dari persiapan batin sebelum menyembelih hewan kurban pada keesokan harinya.

Selain berpuasa, masyarakat dianjurkan menghidupkan sepuluh hari pertama Zulhijjah dengan mengumandangkan takbir dan tahmid.

>>> Umat Muslim Sambut Hari Arafah 2026 dengan Puasa dan Doa

Bagi warga yang sedang sakit atau menjadi musafir, hukum Islam memberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa.